YERUSALEM – KEMPALAN: Bentrokan meletus antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem pada Sabtu malam (8/5), ketika puluhan ribu jemaah Muslim berdoa di Masjid Al-Aqsa di dekatnya pada malam suci Islam Lailatul Qadr.
Diperkirakan 90.000 orang berkumpul untuk sholat Laylat al-Qadr malam hari di Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam.
Lailatul Qadr atau “Malam Takdir”, adala malam paling suci bagi umat Islam sehingga banyak yang memperkuat ibadahnya pada malam-malam tersebut.
Melansir dari Al Jazeera, keadaan ricuh pemuda Palestina yang melemparkan batu, menyalakan api, dan merobohkan barikade polisi di jalan-jalan menuju gerbang Kota Tua yang bertembok, dimulai setelah pasukan keamanan Israel dengan menunggang kuda dan dengan perlengkapan anti huru hara mengerahkan granat kejut dan meriam air.
Sedikitnya 64 orang terluka, kata Bulan Sabit Merah Palestina. Polisi Israel mengatakan setidaknya satu petugas terluka.
Bentrokan itu terjadi sehari setelah pasukan Israel menyerbu Al-Aqsa dan melukai lebih dari 200 warga Palestina.
Ketegangan meningkat di kota, Tepi Barat yang diduduki, dan Gaza sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah kemarahan yang meningkat tentang potensi penggusuran warga Palestina dari rumah-rumah Yerusalem Timur di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.
Penjaga perbatasan Israel, selama beberapa hari terakhir, menggunakan air sigung, gas air mata, peluru berlapis karet, dan granat kejut untuk membubarkan aksi duduk yang diadakan untuk mendukung keluarga yang menghadapi penggusuran di lingkungan Sheikh Jarrah. (Al Jazeera, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi