KEMPALAN: BAWANG Lanang atau bawang putih tunggal mempunyai manfaat besar bagi ketahanan tubuh. Hal ini sudah dibuktikan oleh Rizalul Anwar, warga Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal (Jawa Tengah).
“Yang paling bisa dirasakan manfaatnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh, dan cepat memulihkan stamina,” papar dia, Sabtu siang (8/5).
Rizalul mengakui, informasi pertama terkait kehebatan bawang lanang (allium sativum ‘solo garlic’) diperolehnya dari seorang kiai di Rembang (Jawa Tengah).
Karena penasaran atas informasi dari kiai tersebut, Rizalul pun mencoba meramu bawang lanang dan madu. Setelah beberapa kali melakukan tes pasar, maka pada Juni 2019 Rizalul nekat membangun bisnis bawang lanangnya.
Namun sesuai dengan pesan kiai tadi, dia memasukkan bawang lanang tadi ke dalam botol yang berisi madu hutan liar.
Dia sengaja memilih madu lebah apis dorsata yang hidup secara bebas di hutan liar. “Kualitas madunya sangat cocok jika digabungkan bersama bawang lanang,” alasan Rizalul.
Diakuinya, tak mudah mendapatkan madu lebah apis dorsata. Sebab, lebah ini tidak dapat diternakkan dan benar-benar hidup bebas di hutan liar. Ukuran tubuhnya dua kali lebih dibandingkan tubuh lebah piaraan. Tak mengherankan, jika sarang lebah apis dorsata ini bisa mencapai diameter dua meter.
“Kualitas campuran bawang lanang dengan madu hasil ternakan, sangat berbeda dibandingkan madu lebah hutan liar,” jelas dia.
Di sisi lain, campuran madu lebah liar tidak akan menghasilkan produk handal kalau dicampur dengan bawang putih biasa. “Bawangnya akan membusuk di dalam madu, kalau tidak menggunakan bawang lanang. Artinya, baik bawang dan madunya memang harus berkualitas utama,” sambung Rizalul.
Dia mengklaim, Ar-rijal juga sangat efektif untuk mencegah kanker, anti-radikal bebas, asam urat, gula darah, dan kolesterol.
Dua Ratus Botol
Rizalul memberikan merek Ar-rijal untuk produk herbalnya tersebut. Dalam sebotol Ar-rijal, dia mencampurkan 500 gram madu apis dorsata dengan 50-an gram bawang lanang. Agar hasilnya maksimal, dia menyarankan Ar-rijal dikonsumsi sebelum tidur dan sebelum sarapan pagi.
Rizalul merasa bersyukur produk herbalnya diterima baik oleh pasar. Dalam sebulan, paling tidak dia mampu menjual Ar-rijal lebih dari 200 botol. “Meskipun kami memproduksinya secara manual, namun Ar-rijal sudah menyebar ke seluruh kota besar di Indonesia,” ujarnya. Hampir seluruh ordernya masuk lewat transaksi online.
(sulaiman/moch taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi