JAKARTA – KEMPALAN: Tindakan kriminal di tempat ibadah marak terjadi beberapa tahun terakhir. Tindakan yang sering terjadi di tempat ibadah, yaitu pembobolan kotak amal di berbagai masjid tanah air. Pencurian uang hasil infak dari masyarakat sangat merepresentasikan degradasi moral bagi para pencuri. Kotak amal yang hadir sebagai sarana untuk mengumpulkan infak dari masyarakat, malah dijadikan sebuah ajang untuk melakukan tindakan kriminal.
Problematika ini yang memantik perusahaan distributor bernama Indolok Bakti Utama untuk meluncurkan teknologi dalam bentuk kotak amal yang aman dari tindakan pencurian dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Teknologi ini bernama Aslam Safes yang secara resmi diumumkan oleh perusahaan pemegang lisensi Gunnebo ini.
Teknologi ini secara fungsional disetting untuk secara fokus memproteksi infak masyarakat agar aman dari upayan kriminalitas. Fitur-fitur yang ada di dalam teknologi Aslam Safes, diklaim sangat mudah diaplikasikan serta diimplementasikan oleh para masyarakat.
Eku Mery selaku Marketing and Communication Senior Manager Aslam Safes, mengutarakan bahwa kotak amal ini akan dilengkapi berbagai hal yang canggih. Kotak berbentuk brankas ini disetting berdasarkan pelbagai fenomena dari kasus pencurian di masjid tanah air.
“Kita belajar dari berbagai kasus yang terjadi. Pencurian kotak amal memang penyakit lama yang hingga sampai saat ini pun masih sering terjadi. Uniknya, kalau dulu dilakukan sendiri, sekarang malah berkelompok,” tuturnya saat konferensi pers, Selasa (4/6).
Aslam Safes diproduksi sebagai alat proteksi uang masyakat yang dititipkan di rumah-rumah ibadah. Brankas ini memiliki slot di bagian atas sehingga terlindung dari pencurian dan juga brankas tertanam di lantai.
Kemudian, ada sebuah lubang angkur yang akan membuat brangkas atau kotak ini sulit diangkat. Hal ini secara fungsional merupakan sebuah teknologi untuk mengantisipasi para kriminal yang ingin langsung mengangkat kotak infak tersebut tanpa membobolnya. Selanjutnya, ada pelat “anti pancing” yang memiliki rongga gerigi, sehingga uang tidak bisa ditarik keluar dengan tali yang dicungkil ke lubang. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi