Senin, 25 Mei 2026, pukul : 11:26 WIB
Surabaya
--°C

Lailatul Qadar dan Doanya Rasulallah

Oleh: Ferry Is Mirza

Wartawan Utama, Pengurus PWI Jawa Timur

KEMPALAN: Alhamdulillah wasyukurillah kita sudah menjalani 23 hari puasa di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan ini.

Segala puji hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas karunia dan ridhaNYA kita bisa menunaikan ibadah yang penuh barakah dan maghfirah ini. Serta berharap hidayah bisa mendapatkan Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah malam kebaikan, yang tak bisa didapatkan pada malam selainnya. Oleh karena, itu sudah sewajarnya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah dengan maksimal. Dan menghidupkannya harus didasarkan kepada iman dan berharap pahala kepada Allah.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar ini telah dimulai sendiri oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mengabarkan hadits di atas. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh (pada sepuluh hari terakhir) yang tidak biasa beliau lakukan pada malam-malam sebelumnya.”
(HR. Muslim)

Hendaknya seorang muslim memperbanyak shalat, tilawatul Qur’an, shadaqah, dzikir dan doa di dalamnya. Dianjurkan juga untuk menjauhi istri untuk memaksimalkan ibadah di malam itu, serta membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam kemuliaan tersebut. Dikabarkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,
“Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apabila sudah masuk sepuluh -maksudnya sepuluh hari terakhir Ramadhan- beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(Muttafaq ‘alaih)

Doanya Rasulallah Malam Itu

Dianjurkan untuk memperbanyak doa pada malam yang agung ini, Lailatul Qadar. Doa apa saja yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, karena ia termasuk waktu mustajab. Dan di antara doa khusus yang disyariatkan untuk dibaca di dalamnya adalah apa yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata:
“Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca ?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.”
(HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

Insan beriman pasti meyakini setiap kabar berita yang disampaikan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Keyakinan tersebut tidak hanya pada pembenaran, tapi ia realisasikan dalam bentuk tunduk dan taat kepada petunjuk keduanya. Begitu juga terhadap kabar berita tentang Lailatul Qadar, sebagai bentuk pembenarannya, ia bersungguh-sungguh menghidupkannya agar mendapatkan janji-janji baik di dalamnya.

Lailatul Qadar merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Itu diberikan agar mereka bisa mengejar ketertinggalan dari pahala-pahala dan kebaikan yang luput darinya, dan juga untuk menghapus kesalahan dan dosa-dosa dalam perjalanan hidupnya. Allah sayang kepada kita, hamba-Nya yang beriman, akankah kita juga sayang kepada diri kita sendiri dengan memanfaatkan malam yang mulia itu ?

In syaa Allah kita bisa mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari 1000 bulan ini. Aamiin yaa rabbal alaamiin. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.