Senin, 25 Mei 2026, pukul : 10:51 WIB
Surabaya
--°C

ASEAN Our Eyes Working Group Kelima, Ditjen Strathan Pimpin Pertemuan

JAKARTA-KEMPALAN: Brigjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar selaku Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pimpin sekaligus buka pertemuan ASEAN Our Eyes Working Group ke-5 di Jakarta pada Selasa (4/5).

Pertemuan ini akan dilaksanakan selama dua hari secara daring melalui konferensi video yang diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, bahkan Myanmar yang sedang dalam krisis politik, serta dihadiri pula oleh perwakilan Sekretariat ASEAN.

Acara ini adalah kerja sama untuk pertukaran informasi antar negara ASEAN dalam upaya menangkal ancaman radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme di Asia Tenggara.

Informasi yang dipertukarkan dalam acara itu berkenaan dengan terorisme di masing-masing negara juga kawasan ASEAN, perkembangan fasilitas Our Eyes Command Center, pengembangan fasilitas ASEAN Direct Communication Infrastructure juga pembahasan penerapan Standard Operating Procedure dari AOE.

BACA JUGA  Rakernas KONI 2026 Finalkan Regulasi Baru, ORADO Resmi Dilegitimasi Sebagai Cabang Olahraga Prestasi

Ketika membuka acara tersebut, pewakilan Kemenhan itu mengatakan bahwa terorisme sekarang masih mengancam keamanan dan kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa ancaman terorisme semakin rumit dan selalu mengubah cara maupun metode menyebarluaskan rasa takut pada masyarakat.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan perempuan dan anak-anak serta memperluas sasaran juga menggunakan media sosial untuk merekrut anggota baru.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 di mana semua negara fokus untuk mengatasi pandemi, teroris masih melakukan tindakan dengan melakukan aksi bom bunuh diri dan menembak aparat atau warga sipil untuk mengkampanyekan propagandanya serta menebar ketakutan kepada masyarakat di dunia,” ungkap Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan RI.

Guna melawan terorisme, menurut Sianipar, dibutuhkan metode terbaik dan paling efektif juga kerja sama bilateral dan multilateral yang komprehensif dengan memperluas koordinasi dan kolaborasi antar negara anggota ASEAN.

BACA JUGA  Isa Anshori: Partisipasi Kurban di Sekolah Jangan Jadi Beban Wali Murid

Baginya, pengalaman kerja sama internasional telah memberikan manfaat dalam menanggulangi terorisme.

Upaya mendasar yang penting adalah melakukan kerja sama melalui pertukaran informasi guna memberantas terorisme yang tak berbatas.

Informasi tentang terorisme harus senantiasa diperbarui dengan memasukkan data dari seluruh negara ASEAN demi menggambarkan perkembangan situasi dan tindak terorisme yang dapat menjadi indikasi untuk dianalisis dan menjadi peringatan dini.

Ia berharap implementasi SOP AOE menjadi momen bagi anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran informasi guna memberantas terorisme.

“Saya yakin negara-negara ASEAN memiliki visi dan tujuan yang sama untuk mengamankan negara dan rakyatnya dari ancaman teroris. Oleh karena itu kelompok kerja ini sangat penting dilakukan secara rutin tidak hanya untuk pertukaran informasi tetapi juga untuk pembelajaran,” tambah Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan RI. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.