ISLAMABAD-KEMPALAN: Pakistan Senin (26/4) mengutuk atas penutupan Yerusalem tengah untuk Palestina oleh Israel sejak awal bulan suci Ramadhan.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan keprihatinan serius atas perkembangan terakhir di wilayah Palestina yang diduduki tersebut.
Pernyataan tersebut mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan dan mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak untuk melindungi warga Palestina.
Melansir dari Anadolu Agency, Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan: “Pakistan memandang perkembangan mengkhawatirkan baru-baru ini di Wilayah Pendudukan Palestina dengan perhatian serius.”
Hal tersebut disampaikan termasuk pelecehan terhadap orang-orang yang datang untuk sholat, penangkapan orang-orang Palestina yang tidak bersalah dan pembatasan sewenang-wenang lainnya yang melanggar hak asasi manusia.
“Pakistan dengan teguh mendukung hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri. Untuk perdamaian yang adil dan langgeng, sangat penting untuk memiliki solusi dua negara sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OKI yang relevan, dengan perbatasan sebelum tahun 1967, dan Al -Quds Al-Sharif sebagai ibu kota Negara Palestina yang layak, merdeka, dan bersebelahan, “bunyi pernyataan itu lebih lanjut.
Sejak awal Ramadhan, pasukan Israel telah melarang warga Palestina duduk di area Gerbang Damaskus dan mengadakan kegiatan meriah.
Situasi meningkat ketika pemukim Israel melancarkan serangan terhadap warga Palestina di titik tengah kota.
Lebih dari 130 warga Palestina terluka dalam bentrokan antara pasukan Israel dan penduduk lokal di Yerusalem sejak Kamis (22 /4), dan setidaknya 100 warga Palestina telah ditahan.
Wilayah Palestina termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah di bawah pendudukan Israel sejak tahun 1967. Pendudukan Israel dianggap ilegal menurut hukum internasional. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi