Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 01:33 WIB
Surabaya
--°C

Seorang Polwan Ditikam, Prancis Lancarkan Penyelidikan Teroris

PARIS – KEMPALAN: Otoritas Prancis meluncurkan penyelidikan teror pada Jumat (23/4) setelah seorang petugas polisi wanita ditikam hingga tewas di dekat Paris.

Mengutip dari Euronews, serangan itu terjadi di sebuah kantor polisi di Rambouillet, sekitar 60 kilometer barat daya ibu kota Prancis, ketika wanita berusia 49 tahun tersebut kembali dari makan siang. Dia meninggal di tempat.

Sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa tersangka, seorang pria berusia 36 tahun berkewarganegaraan Tunisia yang diidentifikasi sebagai Jamel G., ditembak oleh petugas lain dan meninggal. Dia tidak dikenal polisi atau badan intelijen.

Kantor Kejaksaan Anti-Teroris Nasional (PNAT) telah meluncurkan penyelidikan atas tuduhan “pembunuhan seorang pejabat publik dalam kaitannya dengan tindakan dan konspirasi teroris.”

Jaksa Nasional Anti-Teroris, Jean-François Ricard mengatakan kepada wartawan di tempat kejadian bahwa penyelidikan tersebut dimotivasi oleh modus operandi termasuk lokasi dan profil korban

Tersangka berteriak “Allah Akbar” menurut saksi mata, sumber mengatakan kepada AFP.

Polisi telah menggerebek setidaknya dua tempat tinggal pada Jumat (23/4) malam termasuk rumah tersangka dan orang yang menyambutnya ketika dia pertama kali tiba di Prancis pada tahun 2009.

Presiden Emmanuel Macron menamai korban sebagai “Stephanie” dan menulis bahwa “Bangsa berdiri bersama keluarganya, kolega, dan pasukan keamanannya.”

“Dalam perang melawan terorisme Islam, kami tidak akan menyerah,” tambahnya.

Korban memiliki dua anak perempuan, berusia 18 dan 13 tahun.

Baik Perdana Menteri Jean Castex dan Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin mengunjungi kantor polisi untuk meninjau situasi dengan pihak berwenang setempat.

Castex memberikan penghormatan kepada petugas di Twitter, menulis: “Republik baru saja kehilangan salah satu pahlawan wanita sehari-hari, dalam tindakan biadab dan pengecut yang tak terhingga.”

“Saya ingin menyampaikan dukungan seluruh bangsa kepada keluarganya. Kepada pasukan keamanan kami, saya ingin mengatakan bahwa saya berbagi emosi dan kemarahan mereka,” tambahnya.

Darmanin sementara itu meminta para pihak berwenang untuk memperkuat langkah-langkah keamanan di sekitar kantor polisi dan brigade gendarmerie,

Serikat pekerja SCPN yang mewakili kepala polisi mengatakan di Twitter bahwa layanan itu “sekali lagi diserang oleh serangan yang tercela. Kami mendukung keluarga dan teman-teman kolega kami.”

“Semua petugas polisi dari semua tingkatan dan semua korps tahu bahwa mengabdi berarti mempertaruhkan nyawa seseorang di hadapan fanatisme dan ekstremis,” tambahnya. (Euronews, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.