Jumat, 17 April 2026, pukul : 15:14 WIB
Surabaya
--°C

Di Balik Blunder Pemerintah dan Tsunami Covid India

NEW DELHI-KEMPALAN: Secara keseluruhan, India telah mengkonfirmasi 15,9 juta kasus infeksi, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat, dan 184.657 kematian.

Negara itu juga menghadapi ancaman yang lain, yaitu Rumah sakit yang kekurangan staf dipenuhi dengan pasien. Oksigen medis terbatas. Unit perawatan intensif penuh. Hampir semua ventilator sedang digunakan, dan orang mati menumpuk di krematorium dan kuburan.

Meskipun 2,7 juta dosis vaksin diberikan setiap hari, tetapi itu masih kurang dari 10% dari orang-orang yang mendapat suntikan pertama dari populasi negara itu.

Melansir dari APNews, para ahli mengatakan negara itu gagal memanfaatkan kesempatan untuk menambah infrastruktur perawatan kesehatan dan memvaksinasi secara agresif ketika kasus menurun selama 30 minggu berturut-turut sebelum mulai meningkat pada pertengahan Februari.

Meskipun ada peringatan dan saran bahwa tindakan pencegahan diperlukan, pihak berwenang tidak siap menghadapi besarnya lonjakan tersebut, kata K Srinath Reddy, presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India.

Kritikus telah menunjuk pada pemerintah yang memutuskan untuk tidak menjeda festival agama Hindu ataupun pemilu, dan para ahli mengatakan bahwa ini mungkin telah memperburuk lonjakan tersebut.

“Pihak berwenang di seluruh India, tanpa kecuali, menempatkan prioritas kesehatan masyarakat di belakang pembakar,” kata Reddy.

Pejabat tinggi kesehatan India Rajesh Bhushan tidak akan berspekulasi pada hari Rabu(21/4) mengapa pihak berwenang bisa lebih siap, dengan mengatakan: “Hari ini bukan waktunya untuk membahas mengapa kita ketinggalan, atau apakah kita ketinggalan, apakah kita bersiap?” katanya (APNews, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.