JAYAPURA – KEMPALAN: Aksi keji kelompok kriminal bersenjata (KKB) makin tidak terkendali. Pasca membunuh dua orang guru, membakar sekolah, dan helikopter, ternyata KKB juga melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak.
Perbuatan biadab KKB ini terungkap, saat Satgas Nemangkawi melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) pembakaran sekolah dan rumah kepala suku di Beoga, Kabupaten Puncak Papua. ”Saat olah TKP didapatkan informasi, KKB juga melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak,” ungkap Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D Fakhiri, kepada wartawan di Jayapura, Senin (14/4).
Namun, belum bisa dipastikan berapa jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh KKB. Kapolda menyayangkan kejadian tersebut sehingga korban menjadi trauma.
“Rupanya ada pengakuan dari tokoh masyarakat bahwa di Beoga bukan hanya terjadi pembakaran, tapi juga terjadi kekerasan seksual terhadap anak-anak,” bebernya.
Kapolda mengatakan, KKB menyerang warga sipil dengan tujuan memancing Polri-TNI keluar, karena mereka sedang membutuhkan amunisi,” papar Kapolda.
Menurutnya, dendam masa lalu yang membuat kelompok ini masih berulah. Sehingga dirinya meminta masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati serta mendengar imbauan dari Polisi.
Bupati sendiri lanjut Kapolda sudah kembali ke Ilaga. Dengan kembalinya bupati diharapkan dapat membantu aparat Kepolisian dan TNI untuk menjaga kondisi Kabupaten Puncak.
Diakuinya, situasi Kabupaten Puncak terutama Beoga sudah mulai kondusif pasca beberapa rentetan peristiwa yang terjadi di daerah tersebut sejak dua minggu terakhir.
Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusi menambahkan pasca teror KKB di Kabupaten Puncak, masyarakat kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.
Dikatakatan, kehadiran TNI – Polri di Beoga memberikan dampak positif, kini kondisi di Beoga sudah berangsur kondusif. .
“ Pesawat sipil kini sudah beroperasi kembali,” terang Kombes M Iqbal Alqudusi.
Terpisah, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan bahwa tindakan tegas terhadap KKB tidak akan berhenti dilakukan. Selama kelompok itu terus mengganggu dengan berbuat onar, aparat TNI dan Polri akan memburu mereka.
“Fokus TNI saat ini, membantu aparat kepolisian menegakan hukum terhadap kelompok tersebut,” katanya, kemarin.
Berkaitan dengan membelotnya Lucky Y. Matuan dari TNI ke KKB, Riad menegaskan bahwa mantan prajurit TNI AD itu sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Keberadaannya terus dicari dan dikejar oleh aparat di Papua. (fia/nat,Cepos/tan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi