Senin, 6 Juli 2026, pukul : 09:53 WIB
Surabaya
--°C

Afghanistan Umumkan Strategi, Persiapan Perundingan Damai Istanbul

KABUL-KEMPALAN: Pemerintah Afghanistan pada Minggu (11/4) mengumumkan bahwa sebuah strategi perdamaian yang kohesif dan bersatu telah dipersiapkan sebelum perundingan damai yang rencananya akan diadakan di Istanbul.

Menurut Majelis Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional (HCNR), strategi tersebut dirancang untuk melindungi demokrasi, hak-hak fundamental, dan institusi di negara tersebut. Majelis tersebut mengatakan strateginya menekankan jaminan regional dan global yang kuat untuk mengakhiri kekerasan dan perang dan untuk implementasi perjanjian damai di Afghanistan.

Sebelumnya pada hari itu, Wakil Presiden Amrullah Saleh mengatakan pada pertemuan publik di Kabul bahwa kesepakatan tentang nilai-nilai demokrasi, gencatan senjata, dan pembentukan pemerintahan damai akan menjadi agenda utama konferensi Istanbul.

“Taliban harus menyetujui gencatan senjata jika mereka ingin rakyat mendukung proses perdamaian saat ini. Sangat sulit bagi kami [pemerintah] untuk membuat kemajuan di bawah ancaman, serangan bunuh diri, ledakan dan pembunuhan,” kata Saleh seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.

Pada hari Sabtu (10/4), utusan khusus Pemerintah Amerika Serikat untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, ketua HCNR, serta pejabat senior lainnya.

Menurut Bakhtar News Agency, pertemuan Zalmay dengan Ghani mengulas mengenai perkembangan dalam perundingan damai dan persiapan konferensi di Turki. Sementara dalam pertemuannya dengan Abdullah, Khalilzad mengatakan bahwa dunia internasional berharap Afghanistan mendatangi Konferensi Istanbul dengan strategi seragam.

Oğuzhan Ertuğrul, duta besar Turki untuk Afghanistan, juga telah mengadakan pertemuan dengan pejabat senior dan politisi Afghanistan terkait hal ini. Ia mengatakan bahwa Tukir akan terus berkontribusi pada upaya untuk mencapai hasil yang bermakna dalam proses perdamaian.

Adapun media di Afghanistan telah mendapatkan rincian atas prinsip pedoman dari Konferensi Turki yang dibagikan dengan perunding dari pihak Republik Islam Afghanistan dan Emirat Islam Afghanistan (Taliban) dari AS, Qatar, Turki dan PBB. Dokumen ini memiliki sembilan pasal dan setiap pihak diminta mencapai posisi yang selaras sebelum konferensi Turki.

Prinsip-prinsip pedoman termasuk gencatan senjata permanen dan di seluruh negeri, melakukan upaya bersama untuk perdamaian tanpa saling menyalahkan, partisipasi politik di bawah prinsip-prinsip Islam, pemerintahan transisi, persamaan hak untuk semua warga negara tanpa diskriminasi, dukungan untuk hak-hak semua warga Afghanistan, upaya tulus untuk mencapai hidup berdampingan yang nyata, implementasi rencana sosial dan ekonomi yang seimbang, tunjangan kegiatan pekerja kemanusiaan, menjaga hubungan persahabatan Afghanistan dengan kawasan dan dunia, pencegahan Afghanistan menjadi sumber ancaman bagi negara lain, dan melindungi Afghanistan dari campur tangan eksternal.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Islam, tradisi rakyat dan pelestarian Afghanistan menjadi dasar persatuan nasional di Afghanistan. Negara-negara regional dan tetangga harus mencegah infiltrasi pejuang asing ke Afghanistan. Pemilu yang transparan dan bebas harus menjamin masa depan politik Afghanistan dan harus ada jaminan untuk mencegah terulangnya perang saudara. (Daily Sabah/Bakhtar News Agency, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.