Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 14:48 WIB
Surabaya
--°C

Solidaritas Warga Myanmar Lewat Pengiklanan di Internet Jadi Sumber Dana Protes

NAYPYIDAW – KEMPALAN: Setelah militer semakin beringas dalam membasmi massa pendemo, banyak masyarakat negara itu melihat keluar ke jalan sebagai tindakan berani tetapi bodoh.

Banyak yang telah menemukan cara yang lebih aman dan lebih substantif untuk menunjukkan pembangkangan mereka terhadap militer, salah satunya secara online atau virtual.

Mulai dari menjual pakaian dan mainan, hingga pelajaran musik dan layanan tour guide gratis menjadi alternatif lain di Myanmar untuk terus mendukung gerakan perlawanan sipil negara itu.

Melansir dari APNews, hasil dari penjualan tersebut akan disalurkan ke pemerintahan bayangan gerakan protes dan tujuan politik terkait lainnya.

Selain mendorong penggalangan dana di luar negeri, penggalangan dana di dalam Myanmar juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran politik untuk menantang penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Pengguna Facebook telah menggunakan jejaring sosial untuk menjual harta benda mereka, mengiklankan bahwa semua uang yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai Komite yang Mewakili Pyidaungsu Hluttaw, yang dibentuk oleh anggota Parlemen terpilih yang diblokir dari mengambil kursi mereka oleh kudeta.

Dibentuk dari awal tak lama setelah kudeta 1 Februari, CRPH membutuhkan uang untuk menjalankan kegiatan pengorganisasiannya di dalam negeri dan upaya diplomatik di luar negeri.

Pekan lalu, seorang remaja putri menawarkan koleksi musik dan memorabilia K-Pop, terutama dari grup musik Exo. Yang lain menjual koleksi LEGO Marvelles Super Heroes miliknya. Ada juga yang membuka jasa penjahitan baju tradisional dan juga les gitar dan ukulele seumur hidup.

Sekelompok relawan mengiklankan koleksi novel, puisi, dan buku motivasi mereka, yang hasilnya kembali disumbangkan untuk perjuangan demokrasi dan dikirimkan “ketika segalanya menjadi stabil”.

Ada juga seorang pemimpin ekspedisi atau tour guide yang menawarkan untuk membawa lima orang dalam liburan petualangan outdour bagi mereka pemenenang undian atas sumbangan kepada CPRH.

Meskipun pihak berwenang terus mempersempit akses ke internet, yang akhir-akhir ini hanya terbatas pada sejumlah kecil rumah tangga dengan koneksi broadband fiber, kesepakatan. Masyarakat akan tetap melakulan perlawanan demi terwujudnya demokrasi di negara itu. (APNews, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.