Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 02:50 WIB
Surabaya
--°C

Mengenal Widya Robotics, Perusahaan Artificial Intelligence Asal Yogyakarta yang Mendunia

JAKARTA-KEMPALAN: Di era revolusi industri 4.0, teknologi dan digitalisasi menjadi instrumen wajib dalam perkembangannya. Elemen ini seakan menjadi stimulus bagi berbagai sektor untuk dapat adaptif di tengah zaman yang serba dinamis. Negara berlomba-lomba untuk menciptakan berbagai teknologi paling canggih untuk dapat bersaing di dunia internasional. Melihat konstelasi ini, Widya Robotics, hadir sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Perusahaan asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan sebuah startup yang fokus pada dunia teknologi. Bahkan, beberapa produk dari Widya Robotics sudah digunakan di beberapa perusahaan dalam negeri hingga luar negeri. Produk tersebut adalah Widya Load Scanner, yakni alat pendeteksi benda dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Pada tahun 2020 lalu, Widya Load Scanner sudah digunakan oleh salah satu perusahaan pelat merah Indonesia dan perusahaan swasta di negara Myanmar. Penggunaan produk ini guna mengoptimalkan pekerjaan proyek di sektor konstruksi.

Perusahaan Widya Robotics diinisiasi oleh anak muda bernama Alwy Herfian Satriatama, yang menjabat sebagai Co-Founder dan CEO dari perusahaan visioner ini. Ia menjelaskan bahwa alat inovatif tersebut sudah terpasang di proyek konstruksi di Purwakarta dan Makassar. Dalam waktu dekat akan terpasang di salah satu proyek konstruksi di Semarang. Sedangkan di Yangon Myanmar sudah terpasang dua alat pendeteksi AI serta dua alat terpasang di proyek yang ada di Yangon, Myanmar.

“Totalnya ada lima alat yang sudah terjual, tiga di dalam negeri dan dua di luar negeri,” jelas Alwy Herfian Satriatama, Selasa (6/4).

Kelebihan dari alat pendeteksi ini adalah lebih murah dari produk sejenis dari luar negeri yang bisa mencapai Rp 1 miliar per unit. Sementara harga Widya Load Scanner hanya Rp 450 juta per unit. Selain itu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari Widya Load Scanner sudah mencapai 70%.

Menurut Alwy hanya komponen laser yang masih didatangkan dari Eropa. Sedangkan untuk sistemnya, kemudian perangkat lunak, teknologi dan komponen lain selain pemindai alias scanner seluruhnya sudah dibuat sendiri oleh Widya Robotics.

Tahun ini, Alwy juga optimistis pendapatan bisnisnya masih mampu melesat. Melihat pasar yang masih besar di ranah produk kecerdasan buatan, Alwy berencana mengembangkan produk Widya Load Scanner ke versi lebih ringkas yakni berbentuk portable pada akhir tahun ini. Ekspansi tersebut diperlukan untuk bisa menyasar proyek konstruksi mobile seperti pembangunan jalan tol.

Rencana bisnis berikutnya adalah mulai merambah ke sektor non konstruksi untuk mengenalkan Widya Load Scanner. Tahun depan misalnya, Widya Robotics berencana merambah sektor pertambangan. Kemudian di tahun 2023 mengepakkan sayap lagi ke sektor transportasi. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.