Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 10:41 WIB
Surabaya
--°C

Terpilih Lagi, Ahmad Riyadh: Buat Saya Ini Musibah

SURABAYA-KEMPALAN: Ahmad Riyadh kembali terpilih memimpin Asprov PSSI Jatim masa bhakti 2021-2025. Ahmad Riyadh yang maju sebagai calon tunggal terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Jatim 2021 yang digelar di Hotel Sheraton, Surabaya, Sabtu (27/3) petang. Dia didampingi Amir Burhannudin yang terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI Jatim.

Terpilihnya Ahmad Riyadh sudah diduga sejak jauh-jauh hari sebelum KLB digelar. Pasalnya, dia maju sebagai calon tunggal. Sedang Amir Burhannudin terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI setelah dr Wardy Azhari Siagian yang sebelumnya mencalonkan diri kemudian menyatakan mundur dari pencalonan. Sehingga, praktis hanya Amir yang tersisa dan kemudian terpilih.

Dari kanan: Ahmad Riyadh, Heru Tjahjono, Zainudin Amali, Mochamad Iriawan dan M. Nabil.

Amir Burhannudin sendiri sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris PSSI Jatim. Sedang dr Wardy menjabat Wakil Ketua Umum PSSI Jatim.

Yang ramai justru pertarungan memperebutkan kursi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Jatim. Sebab dari 14 calon yang mendaftar hanya dipilih tujuh orang. Dan sesuai statuta PSSI, dari tujuh orang yang terpilih salah satunya harus wanita.

Berdasarkan pemilihan yang dilakukan, akhirnya terpilih tujuh nama. Mereka adalah H Cholid Ghoromah yang mendapatkan dukungan terbanyak, yakni 69 suara. Sedang enam orang lainnya berturut-turut adalah H.Thoriq mendapat 68 suara,
Purwanto 64 suara,
Edi Yunan 62 suara,
Yudi Meira 60 suara,
Djohan Susanto 57 suara dan dr Diah Wijayanti mendapat 56 suara.

Dari kanan: Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Ketum PSSI Mochamad Iriawan, Menpora Zainudin Amali, Ketum PSSI Jatim Ahmad Riyadh dan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak.

Sementara M.Farid, Rita Triana dan Chalid Abubakar yang pada kepengurusan sebelumnya menjadi anggota Komite Eksekutif, kali ini terdepak.

“Buat saya ini musibah,” kata Ahmad Riyadh ketika ditemui usai terpilih sebagai Ketua Umum PSSI Jatim.

Dikatakan musibah, karena menurut Riyadh tidak mudah memimpin organisasi PSSI di Jawa Timur yang dikenal sebagai barometernya sepak bola nasional. Namun demikian, dengan dukungan dari semua pihak, ia yakin akan mampu membangkitkan sepak bola nasional melalui Jatim. Untuk itu, ia akan memulai dari pembinaan usia dini. Misalnya lewat sekolah atau Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Kita akan fokus usia muda. Baru ke depan bisa bagus,” ujar pria yang berprofesi sebagai lowyer ini.

Untuk pembinaan usia dini ini, menurut Riyadh, ia akan menerapkan program sepak bola seperti di Jerman. Setelah itu menggandeng guru-guru SD yang bisa melatih sepak bola usia dini lewat Sekolah Sepak Bola (SSB). “Kita akan melakukan kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah. Kan mereka punya banyak sekolah,” katanya.

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol

Sementara itu, Amir Burhannudin mengatakan, program Asprov PSSI Jatim paling dekat adalah menggelar rapat Komite Eksekutif untuk menunjuk sekretaris. Apakah pelaksana tugas (Plt) dulu atau langsung definitif.

Untuk itu, masalah ini akan dibicarakan dengan Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh. Karena ini merupakan hak prerogatif ketua.
“Namun kami dari unsur wakil ketua dan Komite Eksekutif, jika diminta nantinya akan memberikan masukan. Tapi, sekali lagi itu merupakan hak prerogatif Pak Ketua terpilih,” tutur Amir.

Program berikutnya adalah menjadwalkan kongres tahunan untuk menyusun kegiatan satu tahun ke depan. Yang berkenaan dengan PSSI pusat, pihaknya akan menunggu arahan dari PSSI pusat. Sebab, PSSI pusat akan menggelar kongres pada Mei 2021.

“Sedang program yang berkaitan dengan Jawa Timur akan segera kita susun dan dibahas dalam kongres tahunan PSSI Jatim,” jelasnya.

Riyadh Dipuji

KLB PSSI Jatim 2021 ini dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua PSSI Cucu Soemantri, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, Ketua PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB, Wakil Ketua PSSI Jatim Wardy Azhari Siagian, Sekretaris PSSI Jatim Amir Burhanuddin, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak serta Ketua Harian KONI Jatim Muhammad Nabil.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan dalam sambutannya banyak memuji Ahmad Riyadh. “Luar biasa. Ini Kongres PSSI Jatim atau Kongres PSSI pusat,” pujinya di awal sambutan.

Apalagi, lanjut Mochamad Iriawan, Ahmad Riyadh maju sebagai calon tunggal, sehingga dapat dipastikan akan terpilih kembali. “Biasanya dalam kongres calonnya ada dua, bahkan sampai tiga. Ini bukti jika Pak Riyadh bisa diterima banyak orang,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini mengakui bahwa pendukungnya banyak yang berasal dari Jawa Timur. Untuk itu, ia meminta bantuan kepada Ahmad Riyadh supaya ikut menjaga pelaksanaan Piala Menpora 2021 agar tetap berjalan aman dan tertib sejak awal hingga akhir laga. “Tolong saya dibantu Pak Riyadh. Kalau ada yang macam-macam digilas saja,” pintanya.

Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Aremania yang tidak hadir ke stadion, tapi cukup nonton televisi di rumah. “Piala Menpora 2021 ini merupakan tolak ukur bisa digelarnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kalau aman, InsyaAllah Liga 1 dan Liga 2 akan bergulir, sehingga mari kita jaga bersama,” kata Iwan Bule.

BACA JUGA  Akhir BRI Liga 1: Persib Bertahta, Borneo FC Kesatria Tanpa Mahkota

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali dalam sambutannya juga memuji Ahmad Riyadh. Bahkan, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan Ketua Harian KONI Jatim M.Nabil yang hadir juga tak lepas dari pujiannya.

“Selamat buat Pak Heru Tjahjono, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, serta Ketua Harian KONI Jatim M.Nabil. Terimakasih buat Pak Riyadh yang telah mengundang saya. Tapi, tanpa diundang pun saya akan datang,” kata Zainudin Amali.

Menurutnya, potensi olahraga di Jatim khususnya sepak bola sangat tinggi. Maka dari itu, ia meminta pemerintah daerah meliputi gubernur, wali kota dan bupati memiliki gairah untuk sepak bola. “Kalau bupati dan wali kota peduli sepak bola, saya pastikan sepak bolanya bakal hidup. Dan kalau sepak bola Jatim maju, pasti sepak bola nasional bakal maju,” jelas Zainudin Amali.

Dia kembali meyakinkan bahwa sepak bola di Jatim memiliki potensi serta pengaruh yang luar biasa. Hal itu, kata dia, dibuktikan ketika Jatim bakal dijadikan tempat perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2023, yakni di Gelora Bung Tomo serta lapangan-lapangan pendukung lainnya di Jatim.

“Di antara lapangan-lapangan pendukung yang ada di Jatim, menurut saya lapangan di Kabupaten Bangkalan, Madura, paling indah di seluruh republik ini karena ada bebek sinjay,” kata pria kelahiran Gorontalo tersebut.

Zainudin berpesan, bahwa keberadaan sepak bola di tanah air sangat penting dan memiliki pengaruh di sektor ekonomi. “Informasi dari PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru), setahun kita kehilangan Rp 3 triliun karena sepak bola di tanah air berhenti,” tegasnya.

Untuk itu, Zainudin Amali mengajak semua pemangku kepentingan membangkitkan kembali sepak bola di Indonesia sehingga geliat ekonomi dapat tumbuh. “Masyarakat punya tontonan, stakeholder, pemilik klub, pemain, pelatih dan seluruh yang terlibat di kegiatan sepak bola juga mampu menghidupkan denyut perekonomian,” tandasnya.

Setelah itu, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Zainudin Amali secara resmi membuka KLB PSSI Jatim 2021.

Penulis: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.