MAKASSAR-KEMPALAN: Serangan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katolik Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Terjadi ledakan di Jl Kajaolalido – MH Thamrin, Makassar, Minggu (28/3), terlihat potongan tubuh di depan gereja.

Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar diduga mengendarai sepeda motor. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah saksi mata yang berada di sekitar gereja. Berdasarkan pandangan mata, pelaku diduga mengendarai motor.
Selain itu berdasarkan informasi dari warga sekitar, awalnya mereka menduga ledakan dari trafo listrik namun ketika mereka datang ke lokasi terlihat potongan tubuh.
Ledakan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Banyak mobil berlalu lalang sebelum ledakan terjadi. Detik-detik ledakan tersebut terekam kamera CCTV. Ledakan terlihat cukup besar.

Akses semua orang selain yang berkepentingan dibatasi. Kendaraan taktis sudah ada di lokasi.
Polisi sudah masuk ke dalam gereja untuk melakukan evakuasi. Warga dibatasi 50 meter di depan lokasi.
“Menjelang pilpres 2024 eskalasi teror akan semakin tinggi. Radikalis juga marah karena saat ini sumber dana mereka dibekukan oleh PPATK sehingga pergerakan mereka sedikit terbatasi,” kata pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan, di Jakarta, Minggu (28/3/2021).
Kendati demikian, diingatkan Ken, hal tersebut tidak menyurutkan langkah kelompok radikalis untuk mencari dana. Terlebih saat Fini mereka aktif menyebarkan penggalangan bantuan melalui media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain.
“Biasanya lewat grup-grup mereka langsung chat pribadi dan menawarkan proposal dan profil organisasi mereka,” ungkapnya.
Saat ini, kelompok tersebut juga malah sudah berani pasang iklan di media sosial untuk penggalangan dana sosial. Semua dilakukan untuk kepentingan kelompoknya, walaupun dengan dalih pembangunan dan sumbangan tempat ibadah di Indonesia dan negara di timur tengah, bahkan mereka siap jemput bola ke tempat para donatur. (km/in/bs/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi