Anggaran Kongres Ke-XXXI HMI Mencapai Lima Miliar, Dari Mana Sumber Dananya?

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Kongres ke-31 Himpunan Mahasiswa Islam telah digelar mulai tanggal 17  Maret 2021 di Surabaya. Kongres menjadi salah satu momentum fundamental dalam organisasi mahasiswa tertua ini. Dimana nantinya dalam kongres akan melakukan laporan pertanggung jawaban dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dan memiliki ketua umum yang baru.

Kongres ke-31 Himpunan Mahasiswa islam memiliki tema “Merajut Persatuan Untuk Indonesia Berdaulat dan Berkeadilan”.

“Kita menekankan pada merajut persatuan itu sendiri, dimana elemen di dalam internal HMI sempat ada dinamika yang begitu rumit, oleh karena itu perlu distabilkan dengan headline yang kita bawa, yaitu merajut persatuan,” ujar Syekha Maulana Ilyas selaku Wakil Ketua Panitia Lokal Kongres XXXI HMI, Sabtu (20/3).

Ia menekankan bahwa para kader HMI harus bersatu, sehingga dapat mengejawantahkan dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan. Syekha menyebut bahwa kader HMI harus kompak serta menyelaraskan satu gerakan pada satu tujuan, yaitu Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.

Ketika ditanya mengenai total anggaran dana, mantan Ketua Umum HMI Ekonomi Airlangga, menyebutkan bahwa kisaran anggaran dana untuk Kongres ke-31 HMI sekitar 5 miliar.

“Saya tidak tahu pasti mengenai anggara dana, namun ketika saya melihat di proposal sekitar 5 Miliar,” jawab Syekha.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang PA HMI Cabang Surabaya ini, menjelaskan bahwa sumber dana dicari oleh panita kongres nasional dan panitia lokal. Secara proporsi, panitia kongres nasional yang menjembatani sumbangan dana dari senior-senior HMI, seperti MN KAHMI, MW KAHMI, dan lain sebagainya. Lalu dari panitia lokal, secara teknis mengirimkan proposal sponsorship ke beberapa perusahaan sejak satu bulan lalu.

Kongres ke-31 HMI diadakan di dua tempat, yakni Asrama Haji Surabaya dan Islamic Center. Terlihat dari membludaknya para kader HMI dari berbagai daerah yang ramai di beberapa titik di Surabaya. (Rafi Aufa Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *