Menlu Turki Keliling Dunia, Bangun Hubungan Baik dengan Negara Tetangga

waktu baca 3 menit
Kunjungan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu ke Turkmenistan.

KEMPALAN: Mevlut Cavusoglu selaku Menteri Luar Negeri Turki menyampaikan pada Rabu (10/3) bahwa kunjungannya ke Turkmenistan dan Uzbekistan dari 6-9 Maret 2021 tidak hanya “menguntungkan” tapi memang wujud dari hubungan baik Turki dengan tetangganya sekaligu berorientasi pada hasil.

Menurut Daily Sabah, sang Menlu memperhatikan bahwa pertemuan di kedua negara diadakan di lingkungan yang “sangat ramah” hingga Cavusoglu berkata: “untuk persatuan, solidaritas, dan kerja sama dunia Turki, kami telah melihat mereka sangat sensitif dan konstruktif, terutama dalam permasalahan yang berkaitan dengan energi, koridor perdagangan dan transportasi.”

Cavusoglu menambahkan bahwa kunjungan tersebut di satu sisi penuh keramah-tamahan, di sisi lain juga sangat menguntungkan dan berorientasi pada hasil. Maksudnya hasil adalah hubungan antar negera baik dalam bentuk ekonomi, politik, maupun kebudayaan.

Ia juga mengutarakan bahwa Uzbekistan tertarik dengan produk industri pertahanan Turki dan sedang bekerja bersama berbagai perusahaan Turki. “Perundingan akan berlanjut, jika kami dapat mencapai kesepakatan maka kami akan menandatanganinya dalam KTT ini,” ujar Menlu Turki itu seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.

“Tapi kami ingin memulai negosiasi perjanjian perdagangan bebas segera setelah penandatanganan ini. Tentu, ada produk sensitif bagi kedua belah pihak dan karenanya, negosiasi mereka bisa memakan waktu lama, tetapi perjanjian perdagangan preferensial akan dilakukan untuk memulainya,” tambahnya.

Menlu Turki itu juga menyampaikan bahwa Presiden Shavkat Mirziyoyev dari Uzbekistan telah melakukan reformasi di negaranya dan setiap ia mengunjungi negara itu selalu ada perkembangan baru seperti di Bukhara, Samarkand, dan Tashkent.

Mevlut juga mengetahui bahwa Uzbekistan bekerjasama dengan lembaga internasional lainnya terutama Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE). Sebuah tindakan yang juga didukung oleh Turki, dimana negaranya juga bekerjasama dengan organisasi itu.

Cavusoglu lebih lanjut mengomentari kunjungannya ke Turkmenistan dan mengatakan status negara “netralitas abadi” bukanlah halangan bagi hubungan bilateral dengan Turki. Dalam kunjungannya ke negara itu, ia bertemu dengan Menlu Turkmenistan, Rashit Meredow dan Presiden Gurbanguly Berdimuhamedow.

Meskipun pengemudi truk juga tidak diizinkan melewati Turkmenistan karena pandemi yang sedang berlangsung, Cavusoglu mengatakan negara itu akan mengizinkan pengemudi truk Turki lewat, tetapi mereka akan menjalani tes COVID-19 sebelum meninggalkan Azerbaijan dan setibanya di Pelabuhan Turkmenbashi. Hal ini menandakan bahwa Turkmenistan membuka pintunya kepada Turki di tengah pandemi.

“Misalnya, sementara negara itu ditutup untuk semua penerbangan, mereka (pejabat Turkmenistan) mengatakan bahwa mereka akan mengizinkan Turkish Airlines untuk mulai terbang ke kota Turkmenabad,” katanya.

Dalam pertemuan sebelumnya antar Menlu dari Turki dan Turkmenistan pada Selasa (23/2), Mevlus Cavusoglu akan membangun kerjasama lebih jauh dalam politik, ekonomi dan energi. Pada pertemuan ini, Rashit Meredov lah yang mendatangi Mevlut ke Ankara dan menandatangani kesepakatan kerjasama untuk 2021 dan 2022 dan berjanji akan memperkuat hubungan kedua negara itu dalam segala bidang.

Volume perdagangan antar Turkmenistan dan Turki termasuk tinggi yang mencapai $2 juta di tahun 2020. Meskipun dalam keadaan pandemi, volume perdagangan ini meningkat dan keduanya akan membangun komisi ekonomi antar-pemerintah juga forum bisnis. (Daily Sabah/Reza Maulana Hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *