NAYPYITAW, KEMPALAN: Rabu (3/3) para pendemo anti-kudeta militer di Myanmar kembali turun ke jalan menuntut demokrasi yang penuh atas negara itu. Setidaknya 38 orang terkonfirmasi tewas sejak berlangsungnya demo anti-kudeta militer Myanmar. Polisi kembali membubarkan para pendemo menggunakan peluru. Setidaknya 9 orang tewas di tiga kota yang berbeda di negara itu.
Pada hari Rabu (3/3), ASEAN tidak dapat mencapai kesepakatan untuk menyerukan pembebasan para pemimpin negara Presiden U Win Myint dan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi dan pemulihan demokrasi. Karena kebijakan non-interferensi, ASEAN tetap tidak dapat berbuat banyak mesikupun para menteri luar negeri ASEAN mendesak para jenderal untuk menahan diri.
Sementara itu pengunjuk rasa tetap mengecam kediktatoran militer juga menuntut pembebasan pemimpin mereka yang terpilih secara demokratis, Presiden U Win Myint, Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi dan pemimpin lainnya yang ditahan oleh rezim.
Melansir dari Irrawaddy, seorang pengunjuk rasa wanita berusia 19 tahun ditembak di leher dan seorang pria lain ditembak di bagian dada di kota Mandalay dan Keduanya tewas di tempat, sedangkan seorang pria lain juga tewas karena tembakan. Di Kota Myingyan, Wilayah Mandalay, seorang pengunjuk rasa berusia 14 tahun juga dilaporkan tewas setelah ditembak di kepala dan setidaknya selusin pengunjuk rasa terluka akibat tembakan.
Sedikitnya enam orang tewas ditembak mati dalam tindakan keras yang dilakukan oleh polisi anti huru hara dan tentara dalam protes anti-kudeta di kota Monywa di Wilayah Sagaing. Pada hari Rabu, Kotapraja Okkalapa Utara Yangon menderita
Selain tiga kota, protes di daerah Yangon, Magwe dan Mandalay dan negara bagian Kachin juga terjadi pada hari Rabu (3/3). Beberapa orang ditembak dan terluka, dan sejumlah lainnya ditahan selama tindakan keras tersebut.
Di Kotapraja Tamwe Yangon, setidaknya 200 pengunjuk rasa, kebanyakan anak muda, ditahan pada Rabu siang. Tentara memaksa mereka untuk berdiri di bawah sinar matahari saat tengah hari di dekat kantor polisi kotapraja sebelum menggiring mereka ke dalam truk tentara, setidaknya ada 15 kematian ketika tentara dan polisi melepaskan tembakan ke kerumunan pengunjuk rasa.
Para pengunjuk rasa di Myin Chan di Wilayah Mandalay, Magwe dan Mawlamyine juga menghadapi tindakan keras yang mematikan. Daerah tersebut melaporkan masing-masing satu, dua, dan satu kematian.
Pada hari Rabu (3/3), Petugas medis juga tak luput dari sasaran, banyak relawan medis yang diyakini terluka. Video yang tersebar luas di internet menunjukkan mereka dipukuli secara brutal dan ditendang oleh polisi setelah ditarik keluar dari ambulan. (Abdul manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi