Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 10:51 WIB
Surabaya
--°C

Polisi Dobrak Markas Partai Oposisi di Georgia, Tangkap Pemimpinnya

TBILISI, KEMPALAN : Kepolisian Georgia menembus masuk markas partai oposisi negara itu pada Selasa (23/2) untuk menangkap pemimpinnya, Nika Melia.

Hal ini merupakan kelanjutan dari keputusan mahkamah agung Georgia minggu lalu yang memutuskan bahwa Melia terlibat dalam mengorganisir “kekerasan masal” selama demonstrasi anti-pemerintah pada tahun 2019 silam.

Dari Euronews, para pendukung oposisi menghabiskan semalaman di markas United National Movement untuk menghadang penangkapan Melia.

Hal itu ditanggapi oleh polisi dengan menembakkan gas air mata pada para pendukungnya yang berusaha membarikade pintu ruangan tempat berlindungnya pemimpin oposisi tersebut, mereka turut ditangkap bersama Melia.

Giorgi Gakharia, mantan perdana menteri Georgia yang mengundurkan diri pada minggu lalu karena upaya penangkapan Melia menyatakan bahwa tindakan penangkapan semacam itu justru akan membawa negaranya kepada puncak krisis politik.

UNM sendiri menolak untuk menerima hasil pemilu dan melakukan demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kericuhan. Kejadian ini pada akhirnya membawa Melia ke meja hijau untuk dituntut akan keterlibatan terhadap peristiwa itu.

Sementara itu, usai pengunduran diri Giorgi Gakharia, parlemen Georgia memilih Irakli Garibashvili yang sempat menjadi menteri pertahanan pada masa Giorgi untuk menjadi perdana menteri pengganti. Irakli sendiri menolak kemungkinan adanya pemilihan ulang.

Polisi Dobrak Markas Partai Oposisi di Georgia, Tangkap Pemimpinnya

TBILISI, KEMPALAN : Kepolisian Georgia menembus masuk markas partai oposisi negara itu pada Selasa (23/2) untuk menangkap pemimpinnya, Nika Melia.

Hal ini merupakan kelanjutan dari keputusan mahkamah agung Georgia minggu lalu yang memutuskan bahwa Melia terlibat dalam mengorganisir “kekerasan masal” selama demonstrasi anti-pemerintah pada tahun 2019 silam.

Dari Euronews, para pendukung oposisi menghabiskan semalaman di markas United National Movement untuk menghadang penangkapan Melia.

Hal itu ditanggapi oleh polisi dengan menembakkan gas air mata pada para pendukungnya yang berusaha membarikade pintu ruangan tempat berlindungnya pemimpin oposisi tersebut, mereka turut ditangkap bersama Melia.

Giorgi Gakharia, mantan perdana menteri Georgia yang mengundurkan diri pada minggu lalu karena upaya penangkapan Melia menyatakan bahwa tindakan penangkapan semacam itu justru akan membawa negaranya kepada puncak krisis politik.

UNM sendiri menolak untuk menerima hasil pemilu dan melakukan demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kericuhan. Kejadian ini pada akhirnya membawa Melia ke meja hijau untuk dituntut akan keterlibatan terhadap peristiwa itu.

Sementara itu, usai pengunduran diri Giorgi Gakharia, parlemen Georgia memilih Irakli Garibashvili yang sempat menjadi menteri pertahanan pada masa Giorgi untuk menjadi perdana menteri pengganti. Irakli sendiri menolak kemungkinan adanya pemilihan ulang.

(Euronews, Reza Maulana Hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.