TIRANA – KEMPALAN : Perdana Menteri Kosovo, Albin Kurti yang partainya baru saja memenangkan pemilu pada 14 Februari 2021 menyampaikan bahwa ia menyambut baik ide penggabungan Albania dan Kosovo.
Taulant Balla, sekertaris jenderal dari partai sosialis di Albania yang berkuasa menyampaikan bahwa penggabungan macam apapun antara Albania dan Kosovo hanya akan terjadi bila negara tetangganya mulai bergabung dengan Uni Eropa.
“Konsep semacam ini menjadi bagian dari proses integrasi Eropa. Orang Albania pada bagian perbatasan ini dan di sisi lain dari perbatasan tersebut akan bergabung dengan jalan menuju Brussels,” ujar Balla seperti yang dikutip dalam Euronews.
Sementara Pandeli Majko, mantan perdana menteri Albania justru menyampaikan bahwa “kisah semacam itu harus diakhiri.”
Pesannya kepada Kurti adalah Kosovo harus mengutamakan prioritasnya ketimbang memicu pembicaraan yang bisa bermuara pada permasalahan.
“Pembicaraan semacam ini bisa membawa permasalahan dengan tindakan internasional yang perlu kepastian stabilitas Kosovo. Saya mengacu pada tindakan yang menjamin keberadaan NATO dan Rencana Ahtisaari di Kosovo. Sementara itu, yang lebih penting, seorang perdana menteri tidak bisa menyusup untuk sebuah status yang berbeda, karena Kosovo masih dalam proses diakui oleh negara lain,” tutur Majko.
Menteri Negara untuk Hubungan dengan Parlemen, Elisa Spiropali mengatakan bahwa hal ini merupakan permasalahan yang membutuhkan dialog dan kerja sama yang terbuka.
“Kami telah menyatakan kemauan untuk memahami juga disposisi kami untuk dialog, untuk penyesuaian, tidak hanya mengenai peraturan perundangan tapi juga memorandum kerja sama, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan segala permasalahan lainnya, karena satu hal yang jelas: Albania dan Kosovo harus semakin dekat pada segala tingkatan dan harus bekerja sama karena memiliki tujuan yang sama,” kata Spiropali.
Adapun Genc Pollo, bekas deputi perdana menteri Albania menyampaikan bahwa ide tentang referendum penggabungan Albania dan Kosovo masih bersifat “hipotesis.”
“Kurti mengatakan ‘jika’ referendum diadakan – ia tidak mengatakan bahwa ia akan mengadakan referendum – ia akan mendukung dan semua orang Albania dapat mengatakan hal ini. Apa yang saya ketahui ialah Albin Kurti mendapati fokusnya kepada permasalahan reformasi dan tindakan yang diperlukan untuk internal (Kosovo). Kami mendoakan yang terbaik untuk usahanya,” ujar Pollo yang merupakan kubu oposisi di Albania.
Analis Jusuf Thaci turut menyatakan bahwa penyatuan dengan Albania bukan prioritas Kurti.
“Pertama-tama Kosovo harus menghadapi permasalahan dalam negeri, lalu pembicaraannya dengan Serbia, dan jika permasalahan ini sudah disampaikan, dan setelah kedaulatan Kosovo sudah tercapai, baru saya percaya bahwa pemersatuan dapat menjadi topik pembicaraan dengan koordinasi bersama Albania dan mitranya, melalui cara yang demokratis,” ujar analis tersebut.
Analis politik lainnya, Ermal Hasimja, mengatakan bahwa komponen kunci hal itu adalah penghilangan bea cukai.
“Albania dan Kosovo akan saling menguntungkan jika mereka menyepakati sirkulasi barang yang bebas. Ialah aneh bahwa negara seperti Prancis dan Jerman, yang selalu berperang satu sama lain, untuk tidak memiliki perbatasan atau bea cukai, sementara Albania dan Kosovo, yang menjadi bagian dari satu bangsa, dipisahkan oleh perbatasan,” tutur Hasimja.
(euronews, Reza Maulana Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi