Persebaya Tunggu Undangan Resmi PT LIB

waktu baca 2 menit

SURABAYA, KEMPALAN: Persebaya menyambut baik turnamen pra-musim Piala Menpora 2021 yang digelar PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Meski waktu persiapan sangat mepet dan dianggap tidak ideal, Persebaya menyatakan siap berpartisipasi untuk meramaikan turnamen yang rencananya akan digelar mulai 20 Maret hingga 25 April 2021 ini.

“Persebaya memutuskan ikut berpartisipasi di Piala Menpora 2021, meskipun waktunya kurang tepat. Karena sekarang ini masih dalam masa pandemi Covid-19,” kata Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, Sabtu (20/2/2021) malam.

Selain itu, menurut Ram Surahman, Persebaya ikut berpartisipasi karena menghormati dan mengapresiasi upaya PSSI, PT LIB dan Menpora yang bekerja keras untuk mendapatkan izin dari kepolisian.

“Jadi, kami berterimakasih kepada Menpora dan Kapolri yang telah memberi izin untuk gelaran turnamen Piala Menpora 2021 setelah cukup lama mati suri,” ujar pria asli Gresik ini.

Sekaligus, sambung Ram, sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 yang rencananya akan diputar setelah Idul Fitri. Diperkirakan Mei atau Juni 2021.

“Itupun kalau Polri kembali mengeluarkan izin, karena izin yang sekarang dikeluarkan hanya untuk turnamen Piala Menpora 2021,” tuturnya.

Persebaya sendiri hingga kini belum berani melangkah terlalu jauh. Pasalnya, surat undangan resmi dari PSSI atau PT LIB selaku operator pertandingan Liga 1 belum diterima oleh pengurus.

“Persebaya akan bergerak kalau surat undangan resmi untuk mengikuti turnamen ini (Piala Menpora) sudah di tangan. Sampai sekarang kami belum menerima,” ungkap Ram.

Setelah undangan diterima, diperkirakan baru pekan depan para pemain Persebaya akan dikumpulkan oleh tim pelatih yang dipimpin Aji Santoso. Skuad Persebaya itu merupakan wajah lama yang tetap dipertahankan, minus empat pemain asing yang sudah hengkang dan satu pemain lokal, yakni kiper Angga Saputra.

“Selain skuad lama, coach Aji Santoso tampaknya juga ingin mengorbitkan pemain muda dari klub internal Persebaya,” kata Ram.

Namun, dia mengakui kalau hal ini tidak akan maksimal. Mengingat, seiring munculnya pandemi Covid-19, kompetisi internal juga dihentikan. “Tapi itu urusan pelatih,” pungkas Ram Surahman. (*)

Peliput: Dwi Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *