JAKARTA-KEMPALAN: Bank Indonesia (BI) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 menjadi kisaran 4,3%-5,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8%-5,8%. Realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2020 menjadi biang kerok yang membuat bank sentral merevisi proyeksinya.
Pada triwulan IV 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,19% (yoy), terutama karena masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan sebagai dampak masih terbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19.
Meskipun lebih rendah dari perkiraan, ekonomi pada triwulan IV-2020 membaik dengan kontraksi yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 3,49% (yoy). Secara keseluruhan tahun 2020 ekonomi terkontraksi 2,07%.
Pembatasan mobilitas publik yang masih diterapkan sampai saat ini terutama di regional Jawa dan Bali yang kontribusi terhadap output perekonomian nasionalnya besar masih berpotensi menekan perekonomian di kuartal pertama.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mulai terdongkrak pada kuartal kedua. Hal ini terjadi karena adanya fenomena low based effect akibat kontraksi perekonomian yang dalam pada kuartal kedua tahun lalu.
Kemudian di kuartal ketiga dan keempat akan terjadi normalisasi pertumbuhan ekonomi. Dari sekian banyak institusi, baik pemerintahan, riset, keuangan melihat bahwa PDB tahun ini masih mampu tumbuh lebih dari 4%.
Kalau dilihat angkanya memang belum kembali ke laju sebelum pandemi Covid-19 di kisaran 5% per tahun. Indonesia masih perlu bersabar agar ekonominya benar-benar pulih dari Covid-19. (we/cn/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi