Pak Jusuf Kalla (JK) memang tiada mati-matinya. Ia tetap hidup meski tidak lagi ada dalam pemerintahan. Panggung untuk JK terlalu luas, bahkan ia bisa membuat panggungnya sendiri bermain monoplay sesukanya.
JK selalu muncul pada saat yang tepat. Seolah ia punya penciuman melebihi diatas rata-rata. Tentu bukan penciuman dalam makna leksikal. JK tahu kapan mesti berbicara, itu saat “penciumannya” mengendus sesuatu lalu memaksanya berbicara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi