Minggu, 26 April 2026, pukul : 20:06 WIB
Surabaya
--°C

Menang Pemilu Kosovo, Albin Kurti: Perlu Diskusi dengan Serbia secara Jujur

PRISTINA, KEMPALAN: Usai kemenangan telah dalam pemilu parlemen Kosovo, Albin Kurti mengutarakan bahwa ia ingin mengubar arah pembicaraan dengan negara tetangganya, Serbia dengan memposisikan kedua negara setara.

Perundingan antara kedua negara itu, menurut mantan perdana menteri Kosovo itu, seharusnya tidak berfokus pada bagaimana negaranya memberikan kompensasi kepada Serbia karena kehilangan salah satu provinsinya.

Baginya, pembicaraan antara Kosovo dan Serbia harus dapat memberi perubahan yang baik bagi kedua negara itu.

“Kami perlu berdiskusi dengan Serbia secara jujur, terbuka, serius, dan dengan masyarakat sebagai penerima manfaat akhir,” ujar Albin Kurti seperti yang dikutip dari Barron’s pada Senin (15/2).

Tindakan yang tidak ramah terhadap Serbia ini merupakan harapan dari masyarakat Kosovo agar ia mengambil sikap lebih keras dengan negara yang beribukota di Beograd itu ketimbang para pendahulunya.

Ia juga menyatakan dengan nada kekecewaan bahwa Kosovo tidak pernah mengancam Uni Eropa, namun justru Serbia yang mendapat dukungan darinya.

“Negara kami miskin, dan korupsi di negara kami akan membuat negara lemah Kosovo menjadi negara yang gagal,” tambahnya.

Perseteruan antara Serbia dan Kosovo ini terjadi setelah etnis Albania di negara bekas provinsi Serbia itu melakukan pemberontakan terhadap Slobodan Milosevic pada akhir dasawarsa 90-an. Pertempuran di antara keduanya merenggut 13.000 nyawa yang kebanyakan adalah orang Albania di Kosovo.

Hingga sekarang, Serbia masih menolak untuk mengakui kenegaraan Kosovo yang diumumkan pada tahun 2008. Kemerdekaan Kosovo ini membawa perdebatan di dunia internasional.

Pada saat kemerdekaan Kosovo, Rusia di bawah Putin menolak pemisahan Kosovo dari Serbia dan menuding Eropa dan Amerika Serikat menggunakan standar ganda dalam mendukung kemerdekaan negara beribukota Pristine itu.

Dalam Sidang PBB tanggal 4 September 2020, 98 dari 193 negara anggota PBB memberi pengakuan kepada Kosovo, pastinya Serbia termasuk dalam kelompok yang tidak mengakui Kosovo. (barrons/reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.