Minggu, 26 April 2026, pukul : 18:29 WIB
Surabaya
--°C

Diharap Mampu Jadi Frontliner Industri Halal Food di Indonesia

SURABAYA – KEMPALAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim beserta Perangkat Organisasi Masa Khidmat 2020-2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (16/2/2021) malam.

Pengukuhan  dilaksanakan  berdasarkan SK Dewan Pimpinan Pusat  MUI No. Kep 41/DP MUI/1/2020. Di acara ini KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah dikukuhkan sebagai Ketua Umum  MUI Jatim periode 2020-2025 oleh Ketua Umum MUI Pusat KH. Miftachul Akhyar.

Selain Khofifah,  juga hadir antara lain Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.

Dalam pengukuhan  ini Khofifah didapuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jatim dan Wagub Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jatim bersama KH. Ali Masyhuri, KH Abdusshomad Buchori, H. Saifullah Yusuf, KH. Marzuki Mustamar serta KH. Sa’ad Ibrahim.

Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur No. Kep. 01/MUI/DPM/II/2021 tentang Susunan Personalia Pengurus Komisi, Lembaga dan Badan MUI Provinsi Jawa Timur mengukuhkan sebanyak 20 orang sebagai Ketua  Komisi, Lembaga dan Badan MUI Prov. Jatim Masa Khidmat 2020-2025.

Dalam sambutannya,  Khofifah  berharap MUI Jatim  bisa menjadi frontliner (beranda depan) untuk menyiapkan Industri  Halal Food di Indonesia.

Khofifah menjelaskan, jumlah umat Islam di dunia mencapai 1,9 miliar atau setara 24 persen. Namun Indonesia yang memiliki umat Islam terbesar di dunia ini merupakan importir terbesar halal food. Selain itu, Indonesia saat ini  juga belum masuk 10 besar dunia untuk halal food.

Untuk itu, lanjut Khofifah, pembangunan sentra-sentra industri makanan halal di setiap kabupaten/kota di Jatim bisa menjadi salah satu program strategis MUI Jatim Masa Khidmat 2020-2025. Dalam hal ini, MUI Jatim bisa saling bersinergi dan nyekrup dengan Pemprov Jatim dalam banyak format.

“Ini bagian yang sangat penting untuk dibangun sinergitasnya. Jadi kami berharap, Kawasan Industri Halal (KIH) yang sekarang terinisiasi di Sidoarjo akan tersupport dengan kekuatan MUI di provinsi maupun kabupaten/kota,” tuturnya seraya menyampaikan optimisme bahwa Indonesia bisa masuk 10 besar produsen  halal food di dunia.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan bahwa proses kolaborasi dalam struktur MUI terdapat kyai, santri dan akademisi. Tentu merupakan kekuatan yang lengkap. Format seperti ini akan menjadi penguatan Jatim sebagai lokomotif produsen halal food.

Sementara itu, Ketua MUI Jatim KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Dewan Pimpinan MUI Jatim yang baru saja dilantik harus menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab. Apalagi, menjaga amanah merupakan sebuah kemuliaan yang wajib hukumnya.

Selain itu, ia berharap MUI  menjadi motor penggerak kekuatan pengembangan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah, dan Ukhuwah Wathaniyah.

“Kita tentunya semua berharap dan berdoa mudah-mudahan kita semua melaksanakan amanah ini sebaik-baiknya,” harapnya sambil menegaskan bahwa MUI Jatim akan terus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan MUI Jatim, Senin (16/2/2021) malam.

Raih Penghargaan

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meraih Penghargaan Anugerah 21 Elshinta News and Talk Award sebagai Narasumber yang memberikan kontribusi terbaik. Penghargaan ini diterima untuk ketiga kalinya secara berturut- turut berkat kontribusi aktifnya dalam menyampaikan informasi kepada publik di berbagai lini media.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Radio El Shinta Surabaya kepada Gubernur Khofifah.

Seusai menerima penghargaan, Khofifah menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya. Penghargaan ini merupakan yang ketiga kali diterima dari Radio Elshinta.

Menurut Khofifah, penghargaan ini akan dijadikan pemacu bagi dirinya dan Pemprov Jatim untuk untuk terus menyampaikan informasi kepada seluruh elemen masyarakat Jawa Timur secara inovatif dan kreatif.

“Terima kasih pada Radio Elshinta, mudah-mudahan terus sukses dan bisa menjadi pencerah  bagi masyarakat. Program News and Talk memberikan banyak format bagaimana narasumber-narasumber memberikan pencerahan kepada warga bangsa karena jaringannya yang luas,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, media termasuk Radio Elshinta merupakan salah satu elemen dari pentahelix yang saling mensupport untuk menyosialisasikan berbagai hal. Termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan masyarakat.

“Peran media, termasuk radio dan televisi di dalamnya luar biasa dalam membantu menyebarkan informasi kebijakan pemerintah pada masyarakat,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Sehingga, dengan berkontribusi aktif menyampaikan informasi kepada media,  Khofifah berharap informasi tersebut bisa tersampaikan dengan benar kepada masyarakat.

Apalagi, kata Khofifah, saat ini masyarakat tidak hanya terpaku pada informasi yang disajikan melalui media cetak, media elektronik, maupun televisi. Namun juga informasi yang beredar luas melalui media sosial seperti facebook, youtube, Instagram, hingga story WhatsApp.

Di akhir, Khofifah mengaku siap menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan para pendengar radio termasuk salah satunya El-shinta. Bahkan, dirinya bersedia dan akan menyempatkan diri untuk on air di sela-sela kesibukannya. (*)

Peliput: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.