KONI Jatim Rencana TC di Luar Negeri
SURABAYA-KEMPALAN: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim berencana menggelar pemusatan latihan (TC) di luar negeri.
Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Muhammad Nabil mengatakan, langkah tersebut untuk melihat perkembangan program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100/IV yang sudah berjalan sejak empat bulan terakhir. Puslatda New Normal (PNN) itu disiapkan untuk menghadapi ajang PON XX Papua.
“Kami merencanakan program untuk try out atau training camp ke luar negeri,” kata Muhammad Nabil yang juga Ketua Harian KONI Jatim, Selasa (2/2/2021).
Namun demikian, menurut Nabil, untuk program ini KONI Jatim masih akan melihat situasi dan kondisi, mengingat dalam masa pandemi Covid-19. “Sampai saat ini kami belum tahu, apakah diperbolehkan atau tidak keluar negeri?” sambung Nabil yang ketika dihubungi sedang berada di Papua untuk meninjau venue yang akan dipakai pertandingan PON XX.
Nabil pun menyebut pentingnya TC ke luar negeri yang dinilai memberi banyak manfaat. Selain untuk mengukur perkembangan atlet, juga dapat menghindarkan atlet dari kejenuhan. Pasalnya, selama menjalani PNN mereka belum pernah sekalipun melakukan uji coba.
“Refreshing para atlet sebetulnya. Bukan rekreasi, tapi bertanding. Dan itu bisa melalui TC di luar negeri untuk mengukur sejauh mana prestasi para atlet selama PNN,” jelas Nabil.
Hanya saja, lanjut Nabil, kemungkinkan besar TC di luar negeri itu tidak
diberlakukan untuk semua cabor, tapi hanya cabor tertentu.
Terutama cabang olahraga perlombaan dan permainan seperti bola voli, karate, judo, pencak silat dan lain-lain.
“Kalau cabor terukur seperti angkat besi, angkat berat dan lainnya kan kurang lebihnya sudah bisa diketahui hasilnya selama menjalani PNN,” katanya.
Kendati demikian, Nabil menjelaskan bahwa tidak semua olahraga perlombaan dan permainan akan diberangkan untuk TC di luar negeri. Pasalnya, selain pertimbangan anggaran, juga disesuaikan dengan target di PON XX Papua. “Anggarannya memang sudah kita siapkan, tapi bukan berarti berangkat semua. Tergantung targetnya juga,” ujarnya.
Demikian juga mengenai negara tujuan, akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga (cabor). Misalnya ada yang ke Korea, Australia, Jepang, China atau negara lainnya.
“Lobi-lobi dengan pihak negara tujuan sudah kita lakukan melalui pelatih masing-masing cabor. Sekarang tinggal menunggu izin, diperbolehkan atau tidak?” pungkas Nabil. (*)









