Kalau benar ijazah S-3 Rismon palsu pasti akan dijadikan alat penaklukan. Kalau Rismon sukar dibeli, maka profil pribadinya akan dicari dan dibongkar habis (di-Doxing).
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Perjuangan panjang membongkar kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo telah sampai pada titik jenuh. Pada posisi ini Jokowi melakukan blokade total, dengan dukungan finansial yang sangat besar.
Operasi blokade total untuk melindungi Jokowi akan di-back up Presiden Prabowo Subianto (mikul duwur mendem jero) maka hampir semua aparat pengadilan akan tunduk pada Presiden.
Proses di pengadilan yang ada seperti di Solo hanya proforma karena ijazah asli Jokowi memang tidak ada, apabila pengadilan berani memutuskan tidak asli, akan muncul gelombang politik yang sangat besar.
Operasi total setelah berhasil meruntuhkan Eggi Sudjana, lanjut merobohkan Rismon Hasiholan Sianipar. Tujuannya, mengubur dugaan jejak Ijazah Palsu Jokowi dan mencegah pembuktian forensik, seni persembunyian di tempat terbuka.
Mereka tidak akan bertarung di arena Substansi (kertas, tinta dan pembuktian forensik dll). Mereka akan mematikan lawan di arena Prosedur dan Persepsi.
Memperhatikan dan mencermati blueprint operasi taktis mereka, Rismon di robohkan bahkan (seandainya) semua mereka dihancurkan kalau perlu satu persatu akan dibunuh, itu target operasi mereka pesis operasi gaya PKI.
Strategi – The Cleaning Agent (Sanitasi oleh Agent)
Dirontokan seperti Rismon dengan cara pertaubatan/meminta maaf agar terbalik arah sebagai agent Jokowi. Untuk menikam teman seperjuangan dan disiapkan sebagai saksi kunci untuk pembenaran dan keaslian ijazah Jokowi.
Strategi – Tembok Penguasa (Hukum Milik Penguasa)
Tim hukum ini memiliki “misi suci”, menjaga fisik ijazah Jokowi jangan sampai menyentuh meja laboratorium forensik. Kertas itu haram hukumnya diperiksa di bawah mikroskop.
Semua dokumen dan arsip terkait ijazah Jokowi dihancurkan agar tidak bisa masuk ke meja pengadilan. Di titik ini, kebenaran dibunuh (dimatikan).
Strategi – Pengkondisian Aku Saksi Hidup
Teman seangkatan, guru, atau staf sekolah yang masih hidup akan “dirangkul”. Bukan dengan ancaman kasar, tapi dengan pendekatan dibeli, bertugas sebagai saksi hidup untuk membenarkan bahwa Ijazah Jokowi asli.
Strategi – Joint Operation (Pengalihan Isu)
Di medan tempur opini, pengalihan isu dengan cara semua kekuatan harus kerja paralel (satu frekuensi). Siapapun yang mengungkit ijazah akan dilabeli bukan sebagai pencari keadilan, tapi sebagai Sabotase Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Kalau benar ijazah S-3 Rismon palsu pasti akan dijadikan alat penaklukan. Kalau Rismon sukar dibeli, maka profil pribadinya akan dicari dan dibongkar habis (di-Doxing).
Strategi Operasi Total Blokade tersebut, akan terus berlanjut dirancang untuk memastikan status Ijazah Jokowi tetap berada dalam wilayah “Keyakinan dan Persepsi”, dan tidak boleh disentuh oleh wilayah pembuktian ilmiah dan proses hukum yang akan mengadili bahwa Ijazah Jokowi memang palsu.
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi