SURABAYA-KEMPALAN: Kementerian Pertahanan Kuwait pada Jumat (6/3) mengatakan bahwa 67 personel Angkatan Bersenjata Kuwait terluka di tengah perkembangan keamanan terbaru, menurut pengarahan yang disampaikan oleh Pusat Komunikasi Pemerintah Kuwait.
Saud Al-Atwan, juru bicara (jubir) resmi kementerian itu, mengatakan para personel yang terluka sedang menjalani perawatan medis dan kondisi mereka stabil. Dua kasus masih dalam pengawasan medis, imbuhnya.
Al-Atwan mengatakan Angkatan Bersenjata Kuwait tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan tertinggi, terus memantau perkembangan sepanjang waktu dalam koordinasi dengan otoritas militer dan keamanan serta lembaga negara lainnya.
Dia mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari sistem nasional komprehensif yang bertujuan untuk melindungi keamanan negara serta menjamin keselamatan warga negara dan penduduk.
Jubir militer tersebut juga mengatakan sistem pertahanan Kuwait sejauh ini telah mendeteksi dan menangani 212 rudal balistik serta 394 drone yang diluncurkan dalam serangan yang menargetkan wilayah udara negara itu dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu (28/2), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya, sejumlah komandan militer berpangkat tinggi, dan warga sipil, menurut para pejabat Iran. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta aset-aset AS di seantero Timur Tengah.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi