Senin, 1 Juni 2026, pukul : 12:49 WIB
Surabaya
--°C

Dorong Ketahanan Pangan, BHS Pastikan Bantuan Alsintan Tepat Sasaran di Sidoarjo

Sidoarjo – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk petani di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Pertanian dan mendapat dukungan Dinas Pangan dan Pertanian setempat.

BHS menyatakan, intervensi pemerintah pusat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan, terlebih di tengah tekanan alih fungsi lahan dan perkembangan kawasan perkotaan yang pesat.

“Sidoarjo memiliki potensi besar. Produktivitasnya sudah tinggi dan harus terus didorong agar surplus pangan tetap terjaga,” kata BHS, Jumat (20/2/2026).
Data menunjukkan, dari total lahan pertanian sekitar 18 ribu hektare, produksi gabah dapat mencapai 330 ribu ton per tahun dengan dua hingga tiga kali masa panen. Sementara kebutuhan pangan masyarakat Sidoarjo diperkirakan hanya 216 ribu ton per tahun. Surplus tersebut dinilai menjadi penopang penting bagi ketahanan pangan regional.
Menurut BHS, bantuan alsintan akan mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus menekan biaya produksi. Modernisasi pertanian, lanjutnya, menjadi kunci agar sektor ini tetap kompetitif dan menarik bagi generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan petani harus dijaga melalui kebijakan harga yang berpihak serta dukungan lintas sektor. “Jika produktivitas naik dan harga stabil, petani akan semakin semangat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eny Rustianingsih, membenarkan bahwa produktivitas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata hasil panen kini mencapai 8–9 ton per hektare, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 6,5–7 ton per hektare.
Eny menilai kehadiran alsintan sangat membantu efisiensi kerja petani, sekaligus membuka peluang bagi anak-anak petani untuk terlibat aktif dalam usaha keluarga.
“Regenerasi penting karena usia petani rata-rata di atas 40 tahun. Dengan teknologi pertanian modern, generasi muda bisa melihat sektor ini sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan,” jelasnya.
BACA JUGA  Bambang Haryo Sebut Kepuasan Jemaah Haji 2026 Jadi Cerminan Keberhasilan Pemerintah
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.