SURABAYA –KEMPALAN : Ada cara tak biasa yang dilakukan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mendekatkan diri kepada masyarakat luas. Bukan sekadar sosialisasi formal, kampus berjuluk “Rumah Para Juara” ini memilih jalur olahraga dengan menggelar laga persahabatan (friendly game) yang mempertemukan civitas akademika dengan para legenda sepak bola tanah air.
Bertempat di Lapangan Unesa, Surabaya, pada Sabtu (14/02/2026), suasana riuh menyambut kehadiran para punggawa legendaris Persis Solo. Sederet nama besar yang pernah mengharumkan nama Laskar Sambernyawa tampak kembali merumput, di antaranya Supangat, Isnugroho, Supriyanto, Bayu, Triyanto, Didik Kuntadi, dan Tabi.

Magnet Legenda dan Silaturahmi
CEO Unesa FC, Prof. Sudjarwanto, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan strategi segar untuk mengenalkan identitas Unesa yang kental dengan semangat sportivitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Unesa adalah kampus yang terbuka dan sangat mendukung perkembangan olahraga. Mengundang para legenda seperti dari Persis Solo ini bukan hanya soal main bola, tapi soal transfer nilai dan sejarah kepada generasi muda serta masyarakat,” ujar Prof. Sudjarwanto di sela-sela pertandingan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menegaskan bahwa kolaborasi dengan tokoh olahraga adalah bentuk nyata dari jejaring kuat yang dibangun Unesa.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam bidang kerja sama. Unesa ingin dikenal lebih luas melalui aksi nyata di lapangan. Melalui friendly game ini, pesan tentang keunggulan Unesa tersampaikan dengan cara yang lebih santai dan menyentuh semua lapisan,” pungkasnya.
Kesan Sang Legenda
Bagi para mantan pemain Persis Solo, undangan ini merupakan bentuk apresiasi luar biasa terhadap para atlet senior. Isnugroho, salah satu legenda hidup Persis Solo, mengaku terkesan dengan fasilitas olahraga dan sambutan hangat dari pihak kampus.
“Sangat luar biasa. Unesa punya fasilitas lapangan yang jempolan. Kami sangat mengapresiasi cara kampus ini mensosialisasikan diri lewat sepak bola. Ini menjadi ajang reuni sekaligus kebanggaan bagi kami bisa berbagi energi di sini,” kata Isnugroho dengan penuh semangat.
Laga ini terbukti sukses menarik perhatian warga sekitar dan mahasiswa yang memadati pinggir lapangan. Dengan langkah unik ini, Unesa kembali membuktikan bahwa promosi institusi tidak melulu harus kaku, melainkan bisa dilakukan melalui kemeriahan dan semangat olahraga. (Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi