Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 03:35 WIB
Surabaya
--°C

Antologi Puisi ke-8 Warumas : “Tanpa Jeda”

KEMPALAN: Komunitas Warumas (Wartawan Usia Emas) yang dimotori Kris Maryono pensiunan reporter RRI Surabaya, kembali menerbitkan antologi puisi, kali ini ke-8, judulnya : “Tanpa Jeda”.

Antologi ini diisi 12 wartawan penulis puisi, yaitu : Adam A. Chevny, Achmad Pramudito, Amang Mawardi, Arieyoko, Imung Mulyanto, Ida Nursanty Nicholas, Kris Maryono, Riamah M. Douliat, Sasetya Wilutama, Rokim Dakas, Toto Sonata, dan Widodo Basuki.

Selain 12 wartawan yang penyair itu, buku ini juga diisi oleh penulis tamu: Hidayatur Rachman, Lucky, Nunung Harso, Poedianto, Sudiyanto, Suhartatik, dan Sapto Anggoro.

Komunitas Warumas yang dirintis oleh Kris Maryono, Toto Sonata, dan Amang Mawardi, lahir saat maraknya COVID-19. Mereka melakukan meeting pertama kali di mol Citos dalam suasana sepi mirip kuburan. Stan yang buka hanya 3 outlet pujasera dan stan kasur spring bed.

Maka lahirlah antologi yang ke-1, judulnya : “Kutulis Puisi Ini” yang dilepas di kampus Untag, Semolo Waru, Surabaya.

Setelah itu lahir antologi Warumas lainnya, yaitu : “Kucinta Negeri, Kutulis Puisi”; “Wartakan Kemanusiaan, Kutulis Puisi”; “Seronce Sedep Malam”, “Bunga Rampai Suara Nurani”; “Eksotika Jawa Timur”; “Menulis dengan Nurani” yang semua di- launching di banyak lokasi : hotel, kafe, plaza, dan lain-lain. Adapun antologi ke-8 “Tanpa Jeda” akan diluncurkan pada tanggal 13 Februari mendatang di Balai Wartawan Surabaya oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.

Bersamaan dengan itu, akan di- launching buku ke-18 karya Amang Mawardi, Penasihat Warumas : “Biografi Puisi JIWA TAMPAK ROHAN”.(AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.