Mentan Andi Amran Sulaiman (dua dari kiri) saat memimpin rakor di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (22/12). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan penentu masa depan pangan nasional. Bahkan untuk menghentikan impor gula putih (white sugar), Indonesia bertumpu pada Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (22/12),
Untuk itu, Amran memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, di bawah kepemimpinan Khofifah, Jatim konsisten berada di posisi tiga besar nasional, bahkan memimpin di berbagai komoditas.
“Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan tidak akan impor gula putih. Karena 50 persen kebun tebu ada di Jawa Timur,” tegas Amran kepada awak media.
Menurut Amran, pemerintah mematok target perluasan lahan tebu sebesar 100.000 hektar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, porsi raksasa sebesar 70.000 hektar atau 70 persennya dialokasikan di Jawa Timur. Sisanya tersebar di Lampung, Sulsel, Sumut, dan Jateng.
Guna mendukung target ini, Amran memastikan ketersediaan lahan di Jatim sangat mencukupi. Dari kebutuhan 35.000 hektar tahap awal, Jatim justru menyiapkan cadangan hingga 68.000 hektar.
“Hasilnya menggembirakan. Insya Allah dibantu TNI, Polri, dan Kejaksaan. Targetnya selesai dikerjakan Januari sampai Maret tahun depan (2026),” ujarnya, optimistis.
Guna menyukseskan program ini, Amran menyebut bahwa pihaknya menyediakan insentif konkret berupa 100 unit traktor senilai Rp100 miliar untuk memacu produktivitas petani di Jawa Timur.
Selain tebu, pemerintah juga berencana membangun produksi grandparent stock (bibit unggul peternakan) pertama milik negara di Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyatakan kesiapannya mengawal instruksi Presiden melalui kementerian tersebut. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah peremajaan tebu dengan jadwal tanam dan panen yang presisi.
“Kami berterima kasih kepada Pak Pangdam yang menghadirkan seluruh Dandim untuk membantu penanaman di lapangan, serta Pak Kapolda dan Pak Kajati yang mendampingi proses ini,” kata Emil.
Saat ini, lanjut Emil, pihak Kementerian Pertanian tengah melakukan koordinasi teknis yang tajam dengan seluruh Kepala Dinas Pertanian tingkat kabupaten di Jatim.
“Kita tentukan target yang betul-betul bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, kurang dari setahun ke depan,” tandas mantan Bupati Trenggalek dua periode ini.
Dengan proyeksi produksi nasional yang diharapkan naik dari 2,68 juta ton menjadi 3 juta ton pada tahun 2026, Jawa Timur kini menjadi penentu menuju swasembada gula nasional. (dwi arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi