KEMPALAN: Di sebuah sudut kota Madrid, Spanyol, berdiri patung yang membuat siapa pun terhenti sejenak. Patung itu menggambarkan seorang perempuan renta, punggungnya membungkuk di bawah tumpukan benda rumah tangga. Ada mesin cuci, panci, ember, kursi, sapu, bahkan setrika. Beban yang mustahil ditanggung manusia namun terasa begitu akrab bagi jutaan perempuan di dunia.
Karya ini berjudul “La Escultura Homenaje a las Lavanderas”, sering juga disebut “La carga de la vida doméstica” atau Beban Kehidupan Domestik.
Seniman asal Spanyol, José María Pérez González atau yang lebih dikenal dengan nama Peridis, menciptakannya sebagai penghormatan pada para ibu, khususnya para perempuan pencuci pakaian (lavanderas) yang sepanjang hidupnya bergelut dengan kerja rumah tangga yang tak pernah selesai.
Di kakinya, tiga anak kecil digambarkan menggenggam tangan sang ibu. Mereka adalah simbol generasi penerus yang tumbuh dari kasih sayang seorang perempuan, meski kasih itu sering lahir dari tubuh yang lelah dan pundak yang nyaris patah.
Patung ini tidak hanya menampilkan fisik yang menunduk di bawah beban tetapi juga menghadirkan paradoks, tubuh bisa rapuh tapi cinta seorang ibu tak pernah runtuh.
Kekuatan patung ini terletak pada keberaniannya memvisualkan sesuatu yang selama ini tak terlihat. Yaitu beban domestik yang dianggap “biasa” namun sesungguhnya luar biasa berat.
Itu bukan sekadar tumpukan peralatan rumah tangga melainkan simbol tak kasatmata tentang kerja tak berupah, cinta tanpa syarat, dan pengorbanan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di tengah dunia modern yang masih sering abai terhadap kesetaraan, patung ini berdiri sebagai pengingat. Bahwa di balik setiap kehidupan yang teratur, ada seorang perempuan yang memanggul dunia, dengan cinta yang lebih berat daripada apa pun yang bisa dipahat.
Rokimdakas
Kamis, 21 Agustus 2025

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi