Minggu, 26 April 2026, pukul : 18:17 WIB
Surabaya
--°C

Pameran Seni Rupa Tiga Masa, Jejak Kreatif Tiga Generasi


KEMPALAN: Tiga pelukis lintas generasi akan bertemu dalam satu ruang pamer bertajuk Pameran Seni Rupa Tiga Masa yang akan digelar mulai 24 Agustus hingga 25 Oktober 2025 di ARTS.ID (Ariel Ramadhan Art Space), jalan Lombok 10 Surabaya.

‎Mereka adalah Saiful Hadjar (66), perupa penggagas KSRB (Kelompok Seni Rupa Bermain) yang pernah lekat dengan Bengkel Muda Surabaya (BMS) di era 1980–1990-an, Arik S. Wartono (50), pelukis sekaligus pendiri Sanggar DAUN yang aktif mengajarkan seni rupa dan menghidupi gerakan lingkungan, serta Ariel Ramadhan (25), pelukis muda yang telah menembus pameran internasional dengan karya-karya kritis tentang laut.

TIGA BAHASA ESTETIK

‎Pameran ini menjadi titik temu yang unik. Saiful Hadjar menghadirkan enam karya, empat di antaranya berupa lukisan yang merespon foto milik Arik dan Ariel, serta dua karya grafis berseri berjudul Pandemi dan Dehumanisasi.

‎Karyanya sarat keganjilan sekaligus ironi, mengingat Saiful sendiri dengan nada selengekan pernah menyebut tujuan berpameran adalah terjual. Jika tidak, karyanya akan dibuang lalu menggambar lagi. Sebuah pernyataan lucu seorang seniman.

‎Arik S. Wartono menampilkan lima karya yang bertumpu pada konsep kaligrafi, antara lain Relief Dzikir Subhanallah, Dzikir Mahkota Duri hingga Relief Pinisi.

‎Arik menafsirkan medium sebagai ruang spiritual, kadang lahir dari kanvas bekas adukan cat anak-anak sanggar, kadang dari bentuk relief yang memadatkan simbol perjalanan batin.

‎Sementara itu Ariel Ramadhan tampil dengan lima lukisan bertema laut, seperti Manusia Laut, Kehidupan dalam Laut, dan Laut dalam Kantong Plastik #3.

‎Citra ikan besar yang berulang dalam kanvasnya menggambarkan kecemasan ekologis terutama atas pencemaran laut. Karya Ariel Save the Ocean from Plastic Waste bahkan pernah meraih penghargaan internasional di Korea Selatan pada 2022.

PROSES KREATIF

‎Pertemuan tiga perupa ini bukan sekadar agenda pameran, melainkan juga pertemuan tiga generasi dan cara pandang seni rupa. Saiful Hadjar merepresentasikan masa eksperimentasi seni rupa Surabaya era 1980–1990-an; Arik Wartono membangun ruang komunitas seni dan lingkungan lewat Sanggar DAUN sejak 2000-an; sedangkan Ariel Ramadhan melanjutkan estafet dengan eksplorasi tema global yang berakar dari isu lokal.

‎Pameran ini pun membuka ruang silang kreatif. Karya foto Arik dan Ariel direspons Saiful dalam bentuk lukisan; lukisan Ariel menginspirasi Arik; sementara spirit dzikir Arik membuka tafsir baru bagi simbol laut yang digarap Ariel.

‎Kehadiran Pameran Seni Rupa Tiga Masa di Surabaya sekaligus menjadi refleksi bahwa karya seni tak pernah lepas dari konteks zamannya. Dari gaya selengekan Saiful, ketekunan Arik mengolah huruf, hingga kegelisahan ekologis Ariel, publik akan diajak melihat bagaimana bahasa rupa lintas generasi bisa saling menyapa, menanggapi bahkan merespons satu sama lain.

‎Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang dialog estetika, baik bagi kalangan seni maupun masyarakat luas yang ingin memahami bagaimana seni rupa terus bergerak: dari masa lalu, kini hingga yang akan datang.

Rokimdakas
‎Wartawan Seni
‎20 Agustus 2025

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.