
SURABAYA-KEMPALAN: Pengurus Akuatik Surabaya berharap Pemkot Surabaya membangun kolam renang bertaraf internasional. Ini menyusul diraihnya prestasi sebagai pengurus akuatik terbaik di Indonesia dari Ketua Umum Akuatik Indonesia Anindya Bakrie, akhir pekan lalu.
Ketua Akuatik Surabaya Juniarno Djoko Purwanto memyampaikan harapan tersebut ketika ditemui di Sekretariat Akuatik Surabaya, Senin (17/3) siang.
‘’Sangat layak. Sangat layak dan sudah waktunya Pemkot Surabaya memiliki kolam renang bertaraf internasional sendiri. Karena sampai sekarang kita (Surabaya) belum punya,’’ kata Purwanto.
Purwanto menyampaikan harapannya kepada Pemkot Surabaya agar Surabaya memiliki kolam renang bertaraf internasional sendiri. Tentunya dengan pertimbangan adanya efisiensi anggaran yang sekarang tengah digaung-gaungkan di semua lini.
‘’Kan tidak harus breg sekali bangun, kolam langsung selesai. Tetapi bisa bertahap dan disesuaikan dengan anggaran yang ada dulu,’’ ujar Purwanto.
Dikatakan, Surabaya selama ini telah menjadi acuhan daerah-daerah lain dalam mengukur prestasi cabang olahraga akuatik di Indonesia. Selain berjaya di tingkat regional, lokal, dan nasional, atlet-atlet akuatik ada juga yang berjuang di even internasional
Selain itu, lanjut Purwanto, sistem pembinaan atlet secara berjenjang di Surabaya sudah sangat berhasil. Pengkot Akuatik Surabaya secar rutin selalu menggelar lomba-lomba dalam rangkaian terus menjaga bibit-bibit perenang secara berkesinambungan.
“Catatan prestasi yang kita dapatkan itu semuanya harus memanfaatkan kolam renang milik Pemprov Jatim. Padahal untuk menggunakan kolam renang milik Pemprov Jatim terkadang tidak bisa berjalan mulus,’’ paparnya seraya menunjukkankolam renang milik Pemprov Jatim yang saat ini tidak bisa digunakan karena dalam taraf perbaikan.
“Ironinya sampai kapan perbaikan itu akan selesai, kita juga tidak tahu. Apalagi, di era efisiensi semua sektor seperti sekarang ini,’’ ucap Purwanto..
Ditambahkan, keberadaan kolam renang di Surabaya jauh tertinggal dengan kota-kota lain seperti di Jatim. Buktinya, kota Malang, Sidoarjo dan bahkan Banyuwangi telah memiliki kolam renang bertaraf internasional.
Bahkan, untuk cabang loncat indah, Jatim sama sekali tidak memiliki fasilitas yang memadai. Selama ini loncat indah memanfaatkan venue nasional milik swasta di Graha Residen.Tetapi, kabar terakhir menyebutkan, pemilik akan membongkar venue itu untuk keperluan bisnis yang lebih menguntungkan. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi