SAMPANG-KEMPALAN: Puluhan buku yang disasar ke Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) diduga menyimpang.
Meski dugaan penyimpangan terhadap buku itu disampaikan sejak 2021, namun sekarang dari Kementrian Agama (Kemenag) Sampang belum ada tindakan penarikan buku yang sudah tersebar ke sekolah dan Madrasah.
Menurut data yang berhasil himpun, puluhan buku Fiqih dan Aqidah akhlak, terdapat kesalahan dan diduga berbeda haluan dengan ajaran Ahlusunah Waljamaah.
Buku yang diduga menyimpang itu diketahui, setelah Tim Bahtsul Masail Ponpes Gedangan Daleman, bersama Tim media literasi Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang melakukan kajian dan telaah mendalam.
Kementerian agama Kabupaten Sampang bentuk tim gabungan untuk diturunkan ke seluruh madrasah se-kabupaten Sampang.
Gerak cepat tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir isu bias dibawah terkait penemuan penyimpangan buku materi madrasah tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Tim gabungan tersebut terdiri dari kemenag Sampang, kelompok kerja pengawas, pengawas Tsanawiyah se-kabupaten Sampang, ketua KKM MTs se-kabupaten Sampang, dan ketua Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI Kabupaten Sampang.
Kepala Kemenag Sampang H. Abdul Wafi S.Pd., M.Pd. melalui Kasi Penma H. Wahyu Hidayat menyampaikan, tim gabungan tersebut sengaja diturunkan untuk diberi tugas penelusuran dan pendeteksian apakah buku tersebut diedarkan dan diajarkan kepada siswa.
“Jadi kami bentuk tim gabungan ini untuk diberikan tugas penelusuran, pendeteksian apakah buku tersebut diedarkan dan dia ajarkan kepada siswa,”ujarnya. Selasa (8/8/2023).
Jika buku tersebut diajarkan kepada siswa, tim tersebut akan interogasi kepada guru tersebut bagaimana cara menyampaikan materi tersebut kepada murid.
“Kalaupun memang ada, maka kami akan menanyakan kepada guru tersebut bagaimana kira-kira cara menyampaikan materi tersebut,”ujarnya.
Sementara ini tim gabungan tersebut hanya bisa membekukan buku tersebut, terkait penarikan dan sebagainya, pihak Kemenag Sampang sendiri tidak mempunyai wewenang. Dan bahkan menunggu instruksi dari kementerian agama RI.
“Kami hanya menunggu instruksi dari pusat, sementara ini kami mungkin hanya bisa membekukan buku tersebut sambil lalu menunggu petunjuk kementerian agama pusat,”terangnya.
Tak hanya kementerian agama Kabupaten Sampang, kementerian agama RI pun juga menurunkan tim dari Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) Kemenag RI untuk melakukan sharing dengan tim media literasi IAI NATA.
Wahyu Hidayat meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan madrasah se-kabupaten Sampang agar tetap tenang tidak bersikap gaduh dalam menyikapi hal tersebut demi menjaga kondusifitas Kabupaten Sampang.
“Jadi kami menyampaikan kepada masyarakat dan sivitas madrasah agar tetap tenang tidak gaduh demi menjaga kondusifitas Kabupaten Sampang, karena saat ini kami sudah membentuk tim sesuai dengan pokok dan fungsi masing-masing,” tegasnya. (Kh)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi