Surabaya – Politisi Bambang Haryo punya perhatian besar terhadap kelangsungan pasar di wilayah perbatasan Sidoarjo.Dalam kunjungannya di Pasar Wadung Asri.
BHS sapaan akrabnya memberikan bantuan 3 buah alat pemadam kebakaran, lampu beserta kran air, lantaran tabung pemadam di pasar itu telah ekspayet.
“Pas saya cek dilapangan, saya lihat (APAR, red) sudah kadaluarsa. Maka saya isi kembali agar bisa dipakai untuk jaga-jaga. Mudah-mudahan jangan sampai ada titik nyala api, kalau adapun ini bisa digunakan,” katanya, Senin (19/6)
Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa beberapa waktu yang lalu dirinya mendapatkan keluhan dari para pedagang Pasar Wadungasri, kalau beberapa tabung APAR yang ada di pasar tersebut tidak bisa digunakan lagi.
Sebab menurut BHS yang paling ditakutkan oleh para pedagang pasar, yaitu adanya kebakaran karena dapat memberikan dampak kerugian yang sangat besar, diantaranya kerugian material ataupun hilangnya lapangan pekerjaan.
Namun, ia sangat menyayangkan pasar yang memiliki luasan sekitar 3.500 meter2 itu hanya memiliki 6 tabung APAR, dan itupun yang hanya bisa digunakan cuma 3 buah tabung saja.
“Pasar sebesar ini memang kurang. Menurut standarisasi luasan dan jumlah orang ataupun barang yang harus dilindungi,” ungkap anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memasang APAR lebih banyak ditempat-tempat strategis yang berada dikawasan Pasar Wadungasri.
Bahkan bila perlu Pemkab Sidoarjo seyogyanya memasang sprinkler atau semprotan air yang dipasang di semua stand pasar. Sehingga kalau sampai ada kebakaran, maka api tidak akan bisa merembet kemana-mana.
“Selama belum (ada sprinkler, red), maka tabung (APAR) ini perlu diperbanyak. Antara 10 sampai 15 tabung, tapi penempatannya harus dititik-titik strategic,” harapnya.
Para pedagang juga harus diajari cara penggunaan tabung APAR dan diberikan pelatihan dalam menghadapi suasana kebakaran agar tidak panik serta mengetahui cara memadamkan api.
“Setiap bulan atau setiap tahun (sekali, red) harus dilakukan pelatihan pemadaman,” pungkasnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi