OSLO-KEMPALAN: Erling Braut Haaland gagal membayar keinginan publik Norwegia di Ullevaal Stadion, Oslo, Sabtu (17/6), untuk menyaksikan pemain terganas di Eropa pada musim ini.
Bersama Manchester City Haaland musim ini mengoleksi 52 gol dari 53 kali penampilan di semua ajang. Termasuk menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Primer Inggris dengan koleksi 36 gol dari 35 kali penampilan.
Sayangnya, Haaland hanya ganas ketika berkostum The Cityzens (julukan City). Setelah kembali ke negaranya, Norwegia, dan membela timnas negara tersebut pada Kualifikasi Euro 2024 menghadapi Skotlandia, Haaland malah sebaliknya.
Norwegia kalah 1-2, Haaland memang satu-satunya pencetak gol dalam laga tersebut di menit ke-61 melalui titik putih. Skotlandia membalasnya dengan dua gol Lyndon Dykes pada menit ke-87 dan 89.
BACA JUGA: Haaland Akhiri Paceklik Golnya ke Gawang Bayern
Tiga menit sebelum dua gol Skotlandia tersebut tercipta, Haaland sudah digantikan oleh Mats Mohler Daehli. Pelatih Norwegia Stole Solbakken mengungkapkan bahwa Haaland sendiri yang ingin ditarik keluar.
Itu yang membuat Solbakken kecewa dengan performa putra dari mantan pemain City, Alf Inge Haaland tersebut. ’’Padahal, kami sudah menahannya di lapangan 10 sampai 12 menit lebih lama,’’ sebut Solbakken seperti dikutip Goal.
Haaland, menurut Solbakken, tidak seganas seperti saat dia memperkuat di City. ’’Dalam beberapa menit terakhir dia berada di lapangan, kami serasa bermain dengan sepuluh satu orang lebih sedikit,’’ sambung Solbakken dalam keluhannya.
Sebelumnya, banyak pihak yang meragukan kebugaran Haaland dalam laga tersebut. Di awal pekan ini, energi Haaland terkuras dengan pesta treble winners City. Hanya, ketika kembali ke Norwegia, Solbakken konfiden dengan recovery Haaland.
BACA JUGA: Bikin Hat-Trick Keempat, Haaland Selangkah jadi Top Scorer Liga Inggris
’’Dia benar-benar tidak berguna apa-apa. Dia hanya bermain selama 60 menit beberapa kali sebelumnya. Baru itu yang diterapkan, dia sudah kehabisan tenaga,’’ begitu keluhan Solbakken lagi terkait performa melempem Haaland.
Haaland memang njomplang performanya antara di klub dan timnas dalam kurun waktu setahun terakhir. Jika di City bisa mengoleksi sampai 50 gol lebih, maka di Norwegia hanya mengoleksi 2 gol dalam setahun terakhir. Ironis. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi