SURABAYA-KEMPALAN. Usianya memang masih belia. Dia juga merupakan pendatang baru di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Jatim 2023.
Kendati demikian, gadis 12 tahun kelahiran Surabaya 15 Januari 2011 yang punya nama lengkap Michaelia Ariadne Renata
ini punya ambisi besar untuk meraih prestasi di Porprov VIII 2023 yang akan berlangsung di Kabupaten Sidoarjo, Jombang, dan Mojokerto.
“Saya ingin meraih medali, kalau bisa medali emas,” katanya dengan penuh percaya diri ketika ditemui di sela latihan Puslatcab tenis meja di Kaza Surabaya, Sabtu (8/4).
Diakui itu tidaklah mudah. Pasalnya, banyak atlet senior yang lebih bepengalaman tampil di event ini. “Sedang saya pendatang baru yang masih miskin pengalaman,” ujar siswa kelas VI SDN Pakis 1 Surabaya yang akrab disapa Renata ini, merendah.
Namun, Renata tidak mau menyerah begitu saja. Apalagi di Porprov 2023 ini ia telah dipercaya untuk membela kongtingen Kota Surabaya. Dari empat atlet tenis meja putri yang lolos seleksi Puslatcab, ia masuk dalam daftar urutan paling buncit.
“Saya tidak ingin memalukan kota kelahiran saya, Kota Surabaya. Meski berat, saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik,” tekadnya.
Untuk itu, Renata mengaku berlatih setiap hari. Bersama Tim Puslatcab, setiap Sabtu dan Minggu sore ia berlatih di Kaza Surabaya. Sedang untuk Senin hingga Jumat sore ia latihan di klubnya, Sahabat, juga di Kaza Surabaya. “Tiap hari rata-rata latihan dua hingga tiga jam,” aku Renata yang mengaku menggeluti olahraga tenis meja sejak TK-A ini karena ingin mengikuti jejak neneknya, Yasih, yang juga mantan atlet tenis meja.
“Awalnya saya ikut klub Robotika. Tapi sejak kelas II SD saya pindah ke klub Sahabat, sampai sekarang,” kata Renata yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara pasangan M. Arif dan Farida Arianis.
Berbagai event telah diikuti dan beberapa di antaranya meraih gelar juara. Salah satunya yang paling berkesan adalah ketika ia tampil sebagai juara I di Pormaskot Surabaya tahun 2022.
Tapi, hasil itu tentunya tidak bisa dijadikan ukuran. Yang jelas, pada Porprov VII 2022 lalu tim tenis meja Kota Surabaya hanya mampu meraih satu medali perunggu dari nomor beregu putra. Sedang tim putri, Kota Surabaya gagal total.
Pada Porprov VIII 2023, Kota Surabaya ditarget merebut dua medali emas oleh KONI Kota Surabaya. Dua emas itu diharapkan dari nomor tunggal putra dan beregu putra. Sedang untuk tim putri tidak dibebani target. “Tapi segalanya bisa saja terjadi,” tegas Punomo, pelatih kepala tim tenis meja Kota Surabaya di Porprov VIII 2023. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi