Menunggu Anies Dipersimpangan Jalan

waktu baca 3 menit
Foto: A. Prasetia/detikcom

KEMPALAN: Mengapa saya memilih judul itu, setidaknya ada 4 informasi nasional yang sudah berkembang dan beredar di masyarakat.

Informasi itu dikeluarkan oleh Partai Nasdem dan PKS melalui pernyataan yang sudah dimuat oleh media massa. Pertama berkaitan dengan IKN dimana PKS dan Nasdem sama sama menegaskan bahwa Anies adalah sosok yang taat konstitusi, sehingga apapun yang sudah disahkan oleh konstitusi, maka Anies akan berusaha untuk menjalankan.

Yang kedua pernyataan Partai Nasdem dimana Anies adalah sosok yang taat konstitusi, tidak akan mungkin Anies akan menjegal proyek IKN. Setidaknya ini menegaskan bahwa Anies adalah sosok yang tidak seperti dicitrakan oleh lawan lawan politiknya.

Ketiga pernyataan Ketua Projo, Budi Arie sebagaimana yang dimuat oleh Merdeka.com, bahwa Ponsel Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tiba-tiba berdering. Di layar tertera tanda sebuah pesan masuk. Pesan itu datang dari orang dekat Anies Baswedan. Informasi tersebut cukup membuatnya kaget.

Sumber merdeka.com di lingkaran relawan Jokowi mengungkapkan, tujuan orang dekat Anies itu menghubungi Budi Arie adalah untuk meminta bertemu. Sayangnya, rencana tersebut bertepuk sebelah tangan.

Setelah mendapat tiket maju Pilpres dari Koalisi Perubahan, Anies memang intens melakukan safari politik. Mulai dari masyarakat hingga relawan. Salah satu yang ditarget adalah Projo, basis relawan terbesar dari pendukung Jokowi.

Mendapat pesan dari Anies, petinggi Projo buru-buru lapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka tidak diperkenankan bertemu Anies.

“Anies Baswedan mau ketemu, enggak boleh sama Pak Jokowi,” kata sumber ketika berbincang dengan merdeka.com.

Sumber ini mengatakan, kepala negara merasa perbincangan empat mata dengan kubu Anies tak perlu dilakukan. Jokowi lantas berpesan, bila Anies harus menemui dirinya, bukan Projo. Budi Arie menolak memberikan komentar ketika ditanya ihwal rencana Anies tersebut.

“Enggak usah kasih, enggak perlu’. Langsung ke saya (Jokowi ngomong),” ucap sumber tersebut.

Keempat adalah pernyataan Hasto, Sekjend PDIP yang mensinyalir ada kekuatan besar yang akan menggagalkan pemilu dengan berlindung dibalik putusan PN Jakarta.

Hasto mengatakan bahwa mengatakan sebagai partai yang taat konstitusi dan memperjuangkan demokrasi, PDIP pasti akan melawan upaya – upaya non konstitusional yang akan menggagalkan pemilu 2024.

Setidaknya dari sebaran isu itu bisa dipilah menjadi beberapa kepentingan diantaranya adalah pada upaya melawan kekuatan besar penghadang pemilu bertemu kepentingan Anies, Koalisi Perubahan dan PDIP. Pada isu menghadang Anies, maka akan bertemu Koalisi Pemerintahan, PDIP dan KIB. Sedang pada isu terjaminnya proyek proyek pemerintah dan masa depan presiden paska tidak menjabat, bertemu kepentingan Jokowi , Anies dan Koalisi Perubahan.

Lalu penjelasannya seperti apa, titik temu kepentingan itu seperti apa, kekuatan besar dibalik itu adalah siapa? Mengapa Anies dihadang? Semoga akan saya urai dalam tulisan berikutnya berdasar sumber sumber terpercaya yang sudah saya dapat.

Dinamisasi kepentingan dan keterjaminan akan menjadi titik temu persimpangan kutub kutub yang selama ini dianggap berseberangan. Sehingga tak bisa memahami dinamisasi itu dari apa yang nampak, ada banyak hal yang tidak nampak yang akan membuat kejutan – kejutan. Sehingga agar anda tak gampang sakit apalagi stroke karena marah dan terkejut karena melihat segala sesuatunya tak sesuai dengan harapan Anda, ada baiknya berdendang menyanyikan lagunya Ariel Noah Tak Ada Yang Abadi.

Surabaya, 5 Maret 2023

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *