Geothermal

waktu baca 13 menit
Foto: builder.id

KEMPALAN: GEOTHERMAL itu tidak laki-laki tidak perempuan. Saya baru tiba di ruang itu ketika seseorang mengatakannya. Saya tengok siapa ia: oh.. Direktur Utama PLN Dr Darmawan Prasojo.

Saya pun diminta duduk di sebelah kanannya. Di ruang tunggu di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin. Saya ingin terus mendengarkan kenapa jenis kelamin dibicarakan di situ.

Di sebelah kanan saya lagi ada Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto. Yakni komisi yang membidangi energi dan riset. Kemarin itu kami sama-sama menunggu dimulainya acara tahunan penghargaan atas prestasi-prestasi di bidang kelistrikan Indonesia. Sudah hampir 10 tahun saya absen di acara seperti ini.

Yang dimaksud ”banci” oleh Dr Darmo (begitu panggilan dirut PLN) itu adalah skema proses bisnis geothermal. “Harusnya ikut tata cara migas,” kata Dr Darmo. Yakni ada perhitungan cost recovery.

PLN sangat berkepentingan agar seluruh potensi geothermal bisa jadi listrik beneran. Listriknya sangat hijau. Juga murah. Apalagi di tengah tekanan agar PLN segera mengakhiri sumber listrik dari batu bara.

Anda sudah tahu: potensi listrik dari geothermal setidaknya masih 20.000 MW. Ada yang menyebut 28.000 MW. Tapi mewujudkannya sulit: pemenang tendernya sulit mendapat pendanaan. Itu karena sumber dana menginginkan kepastian: benarkah ditemukan sumber panas bumi di lokasi itu. Kalau pun ada, benarkah besarnya seperti yang ada di dokumen tender.

Satu-satunya jalan untuk mendapatkan data itu hanyalah: lakukan pengeboran! Tapi biaya pengeboran itu bisa mencapai Rp 75 miliar. Satu sumur. Mahal sekali. Inul Daratista memang bisa ngebor, lebih murah, tapi tidak cocok untuk geothermal.

Padahal, setelah menghabiskan uang sebanyak itu, belum tentu ditemukan panas bumi di situ. Padahal pula, di satu lokasi tender harus dilakukan pengeboran sampai 5 sumur: untuk mendapatkan jumlah panas bumi yang cukup ekonomis bagi membangkitkan listrik.

Maka sahut-menyahut terjadi di ruang tunggu itu. Banyak tokoh listrik di situ. Diskusi tanpa moderator pun berlangsung asyik. Kesimpulan pun bisa didapat: perlu dana negara untuk mengatasi kebuntuan geothermal.

Saya pernah menghitung: 12 tahun lalu. Negara ”hanya” perlu menyiapkan uang Rp 500 miliar. Sebagai dana awal saja. Dana bergulir. Sangat tidak banyak untuk ukuran negara. Dibanding dengan hasil yang akan didapat. Terutama untuk mencapai listrik hijau selamanya.

Dan lagi, uang itu tidak hilang. Dana itu akan digelindingkan dari satu geothermal ke geothermal lainnya.

Dana Rp 500 miliar itu –mungkin sekarang lebih dari itu– bisa dipakai untuk mengebor 10 sumur. Di dua lokasi. Dari 10 sumur itu mungkin 4 yang ”kosong”.

Tapi jelaslah bahwa di lokasi itu ada panas bumi atau tidak. Jumlah panas buminya juga jelas.

Setelah potensinya nyata, barulah pemerintah melaksanakan tender. Yang ikut tender pun sudah bisa berhitung: akan menawar di harga berapa. Pemenang tender harus mengganti biaya pengeboran dari dana APBN tadi. Menggelinding. Uang pengembalian dipakai lagi untuk mengebor di lokasi lain.

Selama ini tender geothermal dilakukan seperti menebak gadis bercat hijau di ruang gelap. Sangat spekulatif. Tidak serius.

Maka semua tokoh listrik di ruang itu sepakat cara seperti itu. Tapi semua juga menyadari: tidak mudah mewujudkannya. Terutama dikaitkan dengan aturan penggunaan uang APBN. Pertanyaannya: siapa yang akan mengelola uang itu.

Jelaslah: hanya keputusan atau peraturan Presiden yang bisa menerobos kebuntuan ini.

Tidak hanya itu.

Lokasi yang berpotensi memiliki panas bumi, hampir semuanya sudah ditenderkan. Sudah ada pemenangnya. Sudah lama sekali. Maka harus ada juga terobosan lain: akan diapakan itu. Dibatalkan semua? Diultimatum? Yang kalau setahun ke depan tidak melaksanakan maka status sebagai pemenang tender dibatalkan?

Anda sudah tahu: pemerintah Presiden Jokowi sangat berani dalam hal menerobos kebuntuan di banyak bidang. Tapi masih ketinggalan di soal geothermal. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 22 Februari 2023: Bahagia Sejahtera

Udin Salemo

#everyday_berpantun Pesuruh kantor beli kuini/ Belinya ke Pasar Pandaan/ Perusuh disway memang berani/ Pak boss DI-pun jadi candaan/ Pak Kos turunan bangsawan/ Orangnya rapi suka pakai dasi/ Pak boss DI bukan berangasan/ Walau disenggol tak naik tensi/ Tabang randah buruang Kenari/ Inggok di dahan batang malinjo/ Sabanta bana rasonyo hari/ Awak masih surang sajo/ Ambo ka pai ka Sungayang/ Untuak manjua ikan belanak/ Ka bakeh urang bakato sayang/ Lupo di rumah alah baranak-pinak/

Mirza Mirwan
Dharavi memang area slum terbesar di Mumbai. Tapi bukan satu-satunya. Area slum juga bertebaran di balik gedung-gedung yang menyangga langit. Jadi tidak terlihat menyolok mata kayak Dharavi. Mankhurd-Govandi belt, Kurla-Ghatkopar belt, Dindoshi, dan Bhandup Mulund, adalah beberapa area slum lainnya di Mumbai. Menurut Pemerintah Maharashtra ada ribuan area slum di Mumbai. Bagaimana dengan New Delhi? Di ibukota India itu juga ada ratusan area slum. Madanpur Khadar, Sangam Vihar, Paharganj, Kathputh, dan Seemapuri, adalah beberapa di antaranya. Kalau naik mobil area slum itu tidak terlihat, tetapi kalau naik metro (kereta komuter) jelas terlihat karena dilintasi rel kereta. Kenapa produser film India suka menjadikan Dharavi sebagai lokasi syuting? Tentu saja karena, untuk film yang butuh ratusan figuran, mudah mendapatkannya di Dharavi. Dengan bayaran murah. Semurah bayaran tukang tepuk-tangan di acara TV kita.

Jimmy Marta
Kalau anda disuruh milih, anda pilih bahagia atau sejahtera?. Berdasarkan survey, 72, 7% orang memilih bahagia dg alasan, sejahtera(bc:kaya) belum tentu membuat bahagia. Dan 27,3% memilih kaya. Katanya, dg kaya semua dibeli. Meiliki segalanya itulah kebahagiannya.. Sejahtera dan bahagia adalah dua kondisi yg berbeda. Maksudnya, jika orang sejahtera bisa dilihat mata telanjang. Namun orang bahagia belum tentu bisa dilihat secara kasat mata. Jika kita aplikasikan kondisi ini, di perusuh disway, kita susah tahu siapa2 yg bahagia.(Sejahtera gk usah dibahas). Namun sekedar tanda2, kt bisa menyebut nya bbrp. Misal e, orangnya sering tertawa. Atau orangnya membikin orang tertawa. Atau ini, ceritanya bisa bikin orang ramai2 bahagia mentertawakan kalimatnya…hehe. Sudahlah…! gk usah seriusan tentang siapà2 itu. Kita berusaha saja mengisi tabungan masing2. Mudah2 dg begitu kita menjadi sejahtera plus bahagia… #banyak komen banyak rezeki #chd rame tf lancar

Liam Then
Kemajuan ekonomi Tiongkok, sampai-sampai bikin Hollywood modifikasi scenario, masukan artis-artis asal Tiongkok kedalam film-filmnya, beberapa malah sudah memakai pemeran utama artis Tiongkok, malah sudah ada yang memasukan artis Barat ke dalam setting cerita yang sepenuhnya di Tiongkok. Kemajuan ekonomi India pun di ramal dimasa depan akan menyusul Tiongkok. Jumlah populasinya hampir sama, jika ada gerakan positif , sumbangan ratusan juta orang ke dalam ekonomi,skalanya bakal tak main-main. Cuma bedanya di India ada industri film yang sudah berakar kuat. Jangan-jangan dimasa depan, alih-alih kita lihat Film Hollywood dengan aktor asal India. Kita malah ketemu film India dengan bintang Holywood di dalamnya. Muncul dari balik pohon, kemudian menari-nari bersama bintang utama lokal. Kwkwkkwkw

Liam Then
Artikel hari ini juga alih-alih mikir tentang Dharavi, malah di buat teringat tentang biji pinang kering, memori masa kecil, waktu pecahkan cangkang pinang yang sudah dijemur, untuk di keluarkan bijinya. Dari dulu bertanya-tanya, tapi tak pernah sampai level ingat untuk cari informasinya di internet. Karena berhubungan dengan India, yang saya curiga tempat tujuan ekspornya. Akhirnya teringat ,dan di google sekalian. Ternyata tujuan ekspor utama biji pinang kering itu ke Thailand, Pakistan dan India. Untuk kebutuhan industri macam-macam. Harga pinang kering sangat berfluktuasi. Saya tebak karena sifatnya yang bisa tersimpan dalam gudang dalam tempo lama. Order menjadi tergantung kontrak yang di dapat oleh eksportir. Ketika sudah dekat deadline, harga yang di berikan eksportir luar bisa tingginya ,bisa 4-5 kali lipat tingginya. Pengumpul biji pinang kering yang nafasnya panjang, untung besar ketika lepas pada saat harga tinggi. Lagi-lagi muncul pertanyaan, kenapa di luar negeri kebutuhan begitu tinggi, apakah todak ada industri didalam negeri yang manfaatkan biji pinang kering ini? Info sekilas google biji pinang ini di gunakan untuk banyak industri, dari herbal, kosmetik, sampai tekstil.

Handoko Luwanto
Tanpa melihat sendiri kolam cuci bajunya, sudah bergidik membayangkan di area seluas 1 x 2 km dihuni sejuta orang. Itu artinya 1 orang menempati area seluas 2 meter persegi, tanpa akses jalan umum. Maka gak bisa ditunda lagi pembangunan di Dharavi. Tapi dg biaya Rp 200 T apa sudah pernah dikaji gak bakal hilang kebahagiaan, toleransi dan minimnya angka kejahatan di kawasan itu ? Jangan sampai nanti setelah kawasan kumuhnya hilang,

Yellow Bean
Aku membaca nya Abah sedang mengabarkan India yang ingin berbenah dan masih melibatkan Adani karena kenyataannya mereka lah yang menyanggupi tender yang di selenggarakan. Soal kalimat kontroversi yang terselip, kayaknya Abah sedang ingin menjadi seniman bangsa Eropa yang bisa membuat patung untuk penggambaran sebuah keindahan. Seperti Ketika membaca guyonan lingga yoni dari Bli @LP , akupun risih tapi ketika yang lain menganggap wajar Aku pun memilih diam. Jika ada perumpamaan istri adalah pakaian untuk suami dan suami adalah pakaian untuk istri maka gadis telanjang aku mengartikan sebagai gadis lajang yang belum memiliki pasangan atau pakaian. Jika dia cantik secara fisik dan akhlak pasti lah akan menjadi magnet untuk siapa saja yang mengetahuinya. Itu pun jika gadis itu masih usia remaja di umpamakan gadis yang belum tersentuh lawan jenis. Akhirnya belajar berpikir jauh seperti penyair.

yea aina
Gautam Adani si taipan infrastruktur India. Bisnisnya meliputi infrastruktur (pelabuhan laut Mundra dan bandara internasional Mumbai), komoditas (batu bara dan semen) pembangkit listrik dan transmisnya juga real estate. Karena kedekatannya dengan PM Modi, Adani grup tampak seperti mendapatkan “penugasan” proyek infrastruktur nasional. Tentunya tanpa PMN, kan baru layak disebut bumm (badan usaha milik Modi) bukan BUMN. Kalau BUMN berhak mendapatkan PMN yang bersumber APBN, pun kabar-kabarnya pemiliknya berganti. Bumn (badan usaha milik en oe).

Mirza Mirwan
Versi Worldometer yang datanya real-time, per pukul 14.00 populasi China 1.454.095.861, sedang India 1.416.633.655. Kalau Bung JK menengoknya sekarang pasti sudah bertambah lagi.

Liam Then
Saya pernah kerja di Jakarta, 4-5 tahun lamanya. Pernah terpikir solusi kemacetan untuk Jakarta. Mengikuti pakem kota Taipei dan kota-kota besar di Taiwan. Jadi diambil strategi long shot. Pemda DKI, kerja sama dengan PT.KAI. untuk kembangkan area stasiun kecil. Stasiun di bangun ulang, didisain tower untuk beberapa lantai di bawah, digunakan untuk stasiun ,bebeapa lantai di atas di set sebagai tempat niaga, kemudian diatasnya lagi untuk apartemen tempat tinggal. BUMD DKI yang tangani sektor kontruksi, di tugaskan untuk borong dan beli daerah sekitar untuk dikembangkan jadi kawasan niaga dan hunian vertikal. Stasiun kecil yang bertebaran di seantero DKI di jadikan titik temu arus perpindahan kegiatan populasi. Jadi menyebar, dan tidak terkonsentrasi lagi di pusat-pusat ekonomi lama yang jadi biang kemacetan, karena seluruh orang menuju kesana setiap hari. Sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui. Metode perpindahan populasi bisa di modifikasi, dari menggunakan kendaraan menjadi pakai commuter kereta api, pusat niaga,ekonomi kota tersebar, hunian di atas stasiun kereta bisa dijadikan tempat pindah yang tak bisa di tolak oleh korban gusuran, karena tempatnya sangat cocok untuk kaum pekerja, mereka naik kelas pindah ke pusat ekonomi baru. BUMD dan KAI bisa cuan dari sewa space diatas stasiun kereta. Dan dari hasil penjualan /sewa gedung-gedung sekitar yang di kembangkan kerjasama BUMD dan KAI. Angka kemacetan bisa berkurang drastis, karena kemana-mana cukup pakai commute

Pryadi Satriana
Pryway: Istilah ‘testimony’ TAK TERKAIT ‘buah pelir’! ‘Testimony’ berasal dari ‘testis’, yg berarti “a witness, one who attests”. Despite the common modern assertion, the sense of the world is unlikely to have anything to do with ‘testicles’ (sumber: etymonline.com, “testimony”). Mengapa ada salah kaprah ‘testimony’ berasal dari ‘testis’? Sumber salah kaprah itu bisa ditelusuri dalam bhs Yunani (Greek), bahasa yg jauh lebih tua dan “mempengaruhi” bhs Latin. “It was Latin that borrowed the most terms and vocabulary from the Greek language” (glosaidomas.com, “Greek vs. Latin — Origins and Differences”). Dalam bhs Yunani, ‘parastatai’ berarti ‘testicles/testis’, sedangkan ‘parastates’ berarti “one that stands by” (‘witness’, ‘saksi’). Jadi, “Greek ‘parastatai’ (testicles/testis) has been WRONGLY ASSOCIATED with the legal sense of ‘parastates’ (etymonline.com, “testis”). Demikian penjelasannya. Salam. Rahayu.

Purnomo Inzaghi
Ternyata ada juga usaha pemerintah India untuk menata pemukiman kumuh di kota besar disana dan ternyata yang akan menggarap proyeknya adalah grup Adani. Modi orang Gujarat, Adani orang Gujarat…hmm ngga aneh sih tapi kok kelihatan ada yang gimana gitu. Proyek akan selesai dalam 17 tahun, saat itu jangankan Mumbai, Nusantara aja sudah jadi kota modern nun di jantung Republik Indonesia. Mungkin saat itu juga Jakarta sudah bebas dari kawasan kumuh, entah siapa Gubernurnya dan siapa Presidennya.

Liam Then
Skema seperti inilah yang mau saya tawarkan kepada pemilik hak lahan di sepanjang pinggiran sungai Kapuas, di pusat kota Pontianak. Tapi tidak pakai investor pengusaha. Bentuk BUMD khusus, pakai dana Bank Kalbar, biar Bank Kalbar yang cari dana. Nanti selesai dibangun, semua pemilik hak lahan asli, dapat jatah 2 lantai terbawah gedung baru. Untuk ganti untung hak lahan. Sisa lahan setelah sempadan tanggul sungai dengan konsep waterfront city seperti Shanghai, jalan gede dan pedestrian di sepanjang sisi sungai. Dibangunkan high rise perkantoran, universitas, pusat niaga, gedung hotel. Semuanya tetap milik pemda. Untuk disewakan spacenya atau di kerjasama operasi-kan dengan jaringan hotel ternama. Tepat di tengah kawasan CBD , bangun satu jembatan suspensi melintasi badan sungai, yang seperti di LA, di lokasi penyebrangan ferry ASDP Pontianak, yang menghubungkan Pasar Siantan dan kawasan niaga lama di Pasar Tengah. Jika bisa kesampaian, kota Pontianak pasti jadi wah wah, bolehlah bangga mirip-mirip dikit dengan foto kalender. Pemkot pun ada harapan potensi cuan ,gedung-gedung di kawasan paling ekslusif di Pontianak , bakal jadi milik pemkot full !!! Cuannya bisa nanti buat studi PNS muda berprestasi pemkot ke corpo bergengsi, beasiswa anak mude Pontianak, supaya tambah dokter umum dan spesialis, serta tambah lulusan enginering dan infomatika. Kalo tak setuju skema, HGB tak diperpanjang, biar rugi sekalian. #kalo saya jadi walikota. #Pontianak Mantab 2035

Parikesit
PANGILING- ILING. (Kagem kito sedaya) Katingalipun, nuwun inggih, Wonten piyantun santri ingkang sampun kabai’at Thariqah Syattariyah, anembe nikmati raos gemuruhing sorak sorai komentator, kelawan diksi vulgar ingkang sampun dipun tebar, nyerat kanti tarian jempol wonten nginggilipun keypad smartphone, seratan nawala ingkang kawaos dening pinten pinten piyantun, mboten mligi piyantun kakung sepah, ananging ugi suto siwi jaler-estri, ageng soho ugi alit. ISTIDRAJ. pramilo kito kedah tansah kahimutan perkawis istidraj puniko. panglulu lembut saking Gusti, ngambah sirri sak jroning manah. Samudraning pangaksami. Nuwun. ~Parikesit

Pryadi Satriana
TERJEMAHAN BEBAS Ada seorang santri tarekat Syattariyah, yang lupa diri, “menari-nari mengikuti irama kendang komentator”, lagi2 mengumbar diksi vulgar di Catatan Harian DAHLAN ISKAN, yang dibaca banyak orang, tidak saja laki-laki dewasa, tapi juga dibaca anak2 muda, laki2 perempuan, besar kecil. Hal semacam itu MENURUNKAN DERAJAT MANUSIA. “Panglulu lembut saking Gusti, ngambah sirri sak jroning manah” (Yang ini biar aja ybs. yang memaknai). Mohon maaf sebesar-besarnya. Salam. ~Parakesit

Er Gham
Penduduk Dharavi mungkin lebih bahagia, dibandingkan penduduk Mumbai misalnya. Tidur mereka setiap malam, mungkin lebih nyenyak dan lelap. Tidak berpikir jauh ke depan, hanya bagaimana besok tetap makan dan minum. Makan juga seadanya, tapi makannya lebih nikmat dibandingkan warga Mumbai. Kalau lapar, mereka makan. Kalau haus, mereka minum. Kalau ngantuk, mereka tidur. Kadang mereka menganggur satu hari, karena tidak ada kerjaan misalnya. Lalu diam saja di rumah. Duduk sendirian, menikmati segelas kopi murah. Tapi mereka tidak ghibah. Mereka tidak korupsi. Mereka tidak merusak alam. Tidak menggaanggu tetangga. Sepenuhnya pasrah akan takdir Tuhannya. Mereka mungkin lebih bahagia dibanding tetangganya di Mumbai.

Fiona Handoko
menurut mbah kliwon. ada ilmu arah rejeki berdasarkan cara tidur istri di pagi hari. jika pagi istri tidur miring ke kiri, maka carilah rejeki ke arah barat. jika pagi istri tidur miring ke kanan, maka carilah rejeki ke arah timur. jika pagi istri tidur tengkurap, maka carilah rejeki ke arah utara atau selatan. jika pagi istri tidur telentang, maka jangan pergi *** karna rejeki sudah di depan mata ***

mz arifinuz
Tahi burung di dekat pusar gadis telentang? Tembelek lancung? Tahi ayam? Jago? Apa tai kucing? Lanang? Jantan? Siapa mau jadi jago, kucing jantan nya?

Handoko Luwanto
Ada bocoran sinopsis sebuah film baru India yg akan dibikin. Bertema kebahagiaan di atas kekumuhan. Berlatar belakang masa Dharavi menjelang dibangun total. Warganya mulai resah, bakal ada penggusuran besar. Mereka berdemo gak abis2. Makin keras aparat menghalaunya, makin ber-jilid2 demonya. Mulai bikin investor kehilangan kesabaran. Bikin penguasa tersudut. Sampai diciptakanlah provokasi di tengah2 komunitas Dharavi. Agar timbul gesekan sosial antar warga. Dari gesekan muncul panas, lalu menjadi api. Api makin membesar, akhirnya membakar kawasan Dharavi… Semoga filmnya gak jadi dibikin.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *