Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 04:38 WIB
Surabaya
--°C

Empat Tahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Ini Kata Pakar Komunikasi hingga Perwakilan Jurnalis Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Hari ini, 13 Fevruari 2023, tepat empat tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Beberapa tokoh media pun memberikan penilaian atas kinerja pucuk pimpinan di provinsi Jawa Timur ini.  Banyak di antara mereka yang menilai Khofifah – Emil berhasil  dan mampu menjadikan Jawa Timur semakin digdaya.

Para tokoh media dan pakar komunikasi hingga perwakilan jurnalis di Jawa Timur tidak absen dalam memberikan penilaian atas kepimpinan Khofifah – Emil Dardak.

Pakar Komunikasi dari Universitas Airlangga Suko Widodo mengatakan, gaya kepemimpinan Khofifah – Emil Dardak yang partisipatif menjadi kunci kemajuan Jawa Timur. Ia juga menyebut Khofifah – Emil sebagai contoh nyata pemimpin yang memiliki karakteristik modern.

Suko Widodo menjelaskan, Khofifah – Emil berhasil melewati kondisi-kondisi berat di Jawa Timur seperti pandemi Covid-19, erupsi gunung berapi, banjir, dan sebagainya.

“Saya melihat kestabilan sosial kemasyarakatannya bagus karena itu tadi pendekatan partisipatif, yang mana sebagai pimpinan gubernur ini melakukan komunikasi yang intensif dengan seluruh kepala daerah dan komponen-komponen, kemudian memberikan motivasi. Dan yang ketiga adalah kolaboratif. Ini adalah ciri kepemimpinan modern,” ucap Suko Widodo.

Ia juga mengatakan bahwa tantangan masa depan yang erat kaitannya dengan digitalisasi dan metavers di semua sektor utamanya pendidikan masih menjadi PR bersama. Namun dia yakin Jawa Timur mampu melampaui.

Oleh sebab itu ia terus mendorong agar pemimpin Jawa Timur mampu mengakomodir sehingga semua kreasi, kesempatan dan inovasi bisa dilapaki oleh digitalisasi dengan cepat dan masif.

“Saya kira Jawa Timur akan semakin progresif dan apa yang diimpikan menjadi masyarakat yang berkemajuan, berkeadilan, dan berkemakmuran segera terwujud,” harapnya.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfik Hakim menyampaikan bahwa Khofifah – Emil berhasil menunjukkan kapasitas, kompetensi, dan kepiawaian-nya dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan di Jawa Timur. Ia menilai seluruh sektor dan sub-sektor program berhasil membawa perkembangan ke arah positif.

Lutfil Hakim menyebut koordinasi dan arah kebijakan Khofifah – Emil di bidang ekonomi di tahun 2021 & 2022 berhasil mendongkrak pertumbuhan, masing – masing 3,57% dan 5,34%. Meskipun pada saat yang sama juga dibebani dengan penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

“Strategi penguatan sektor UMKM di masa pandemi, terbukti telah mampu menyelamatkan perekonomian Jatim secara keseluruhan,” katanya.

Lutfil Hakim menambahkan, keberhasilan Khofifah – Emil kian nampak dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2023 yang diperkirakan akan di atas 5,34%. Hal tersebut, lanjut Lutfil, disokong dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui kemampuan dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Basis kebijakan di 2022 yang dilakukan oleh Pemprov Jatim telah membentuk konfigurasi yang kuat,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jatim juga dinilai sangat gencar melakukan perdagangan antarprovinsi di Indonesia. Hal itu juga tidak luput dari pengamatan Lutfil yang menurutnya memberikan kontribusi pada bangunan PDRB Jawa Timur, mengingat besarnya nilai surplus neraca perdagangan antara Jatim khususnya dengan wilayah Indonesia bagian Timur.

“Misi dagang antarprovinsi yang digencarkan oleh Gubernur Khofifah, khususnya ke sejumlah wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.

Selain itu, Lutfil mengungkapkan bahwa bersama Wagub Emil Dardak, Gubernur Khofifah juga dinilai mampu menunjukkan kepiawaiannya dalam hal lobi – lobi investasi ke berbagai stake-holder investasi nasional.  Dampaknya arus investasi baru ke wilayah Jatim terus berdatangan dan secara signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara umum.

Tak hanya itu, Ketua PWI Jatim ini mengatakan, koordinasi dan kebijakan Gubernur Khofifah terhadap Bupati/Wali Kota di Jawa Timur juga terbukti berjalan efektif. Banyaknya Kabupaten Kota di Jatim yang menjadi sentra industri pengolahan juga menyumbang nilai yang cukup tinggi untuk PDRB Jatim.

“Kontribusi sektor industri olahan terhadap PDRB Jatim masih tergolong sangat tinggi, yakni di atas 30%,” katanya.

Sementara itu, tingginya sektor- sektor penguat ekonomi Jatim – yang mayoritas diarahkan langsung oleh Gubernur Khofifah pun terbukti berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.

“Searah dengan itu juga, kepemimpinan Khofifah Emil juga mampu menurunkan angka pengangguran sekaligus angka kemiskinan,” tuturnya.

Lalu sektor – sektor non-ekonomi, lanjut Lutfil, justru melekat langsung di karakter kepemimpinan Gubernur Khofifah. Pasalnya sektor-sektor kesehatan, sosial kemasyarakatan, sektor olahraga, agama, hingga bidang infrastruktur juga tidak lepas dari prioritas Gubernur Khofifah.

Ia pun menilai Gubernur Khofifah mampu menyeimbangkan hubungan dengan masyarakat luas, serta dengan jajaran samping, maupun berbagai stakeholder politik nasional dan lokal.

“Kondusivitas Jawa Timur secara umum sangat baik dan cukup acceptable untuk berkemajuan yang lebih jauh,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur Arief Rahman menyebut bahwa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak merupakan berkah terbesar bagi Jawa Timur.

“Empat tahun ini membuktikan keduanya merupakan the right leader on the right place in the right time. ”  ucapnya.

Ia mengatakan, tanpa duet kepemimpinan Khofifah – Emil Dardak Jawa Timur akan sulit untuk cepat bangkit di tengah hantaman dua tahun pandemi. Karena semua indikator positif dari sisi pertumbuhan ekonomi, bisnis dan iklim investasi, aspek sosial, kontribusi besar atas penurunan kemiskinan secara nasional, serta kondusifitas keamanan menjadi bukti.

“Data berbicara, empat tahun ini secara nasional Jatim tetap menjadi provinsi yang digdaya. Optimis Jatim bangkit bukan hanya slogan, namun telah menjadi keniscayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapokja Wartawan Grahadi Masa Jabatan 2022-2024 Fatimatuz Zahroh menuturkan jika kepemimpinan Khofifah – Emil memberikan warna tersendiri utamanya bagi kalangan jurnalis yang melihat langsung bagaimana keduanya memainkan orkestrasi memimpin provinsi Jawa Timur.

“Selama empat tahun ini, Khofifah dan Emil berhasil menyajikan teladan nyata tentang bagaimana collaborative leadership dijalankan. Keduanya saling menjalankan perannya masing-masing demi pencapaian Jawa Timur yang makmur dan sejahtera. Kerja keras, kerja cerdas hingga tuntas,” terangnya.

Jatim punya banyak PR, tapi lewat kerja teknokrasi yang selalu melahirkan solusi, satu per satu masalah terentaskan. Kalau Khofifah sering bicara generasi muda harus jadi enabler leader, contoh nyatanya ya ada dalam kepemimpinan Khofifah-Emil.

Karena, lanjut Ima– sapaan akrabnya–, selama empat tahun kepemimpinan mereka selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan besar. Tantangan Pandemi Covid-19, tantangan tingkat kemiskinan yang butuh diturunkan, kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan bahkan bencana alam yang hadir menyapa.

“Tantangan itu berhasil dilewati hingga Jatim bisa meraih ratusan penghargaan. Ada lebih dari dua ratus penghargaan yang diraih. Tentu bukan angka yang sedikit. Itu menakjubkan,” ucapnya.

Dan sebagai jurnalis yang biasa ngepos di Pemprov, layak jika Komisi Informasi Pusat memberikan predikat provinsi informatif untuk Provinsi Jatim. Ini penting karena era keterbukaan informasi menjadi keniscayaan untuk membuka ruang-ruang diskusi dan komunikasi agar masyarakat mendapatkan berita yang benar dan mendidik serta mencerahkan.

“Karena kami pun dibuat mudah untuk mengakses sumber-sumber informasi dan berita, menjadi jembatan bagi masyarakat demi mewujudkan komunikasi dua arah,” tandas Ima. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.