Khofifah Hadiri Evaluasi dan Anugerah Kinerja MUI se-Jatim, Ini Komentarnya

waktu baca 4 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Evaluasi dan Anugerah Kinerja MUI se-Jatim 2022, Rabu (28/12).

SURABAYA-KEMPALAN: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyelenggarakan Evaluasi dan Anugerah Kinerja MUI se-Jawa Timur 2022. Kegiatan yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini merupakan tindak lanjut dari proses akreditasi MUI Jatim.

Dari proses akreditasi tersebut, ada lima kategori penerima anugerah kinerja MUI yang diberikan, yaitu bidang manajemen organisasi diraih oleh MUI Gresik, bidang pelayanan diraih oleh MUI Banyuwangi, bidang inovasi, dan kepeloporan diraih oleh MUI Batu.

Selanjutnya, bidang kerja sama diraih oleh MUI Surabaya dan bidang dukungan pemerintah daerah diraih oleh MUI Kabupaten Pasuruan. Sedang untuk juara umum diraih oleh MUI Kabupaten Gresik.

Ketua Umum MUI Jatim KH Moh Hasan Muttawakil Alallah mengatakan, program akreditas merupakan perbaikan tata kelola sesuai sistem dan pola yang sudah dibuat oleh MUI Jatim, sekaligus upaya meningkatkan pelayanan mereka terhadap umat.

“Dan alhamdulillah banyak MUI yang sebelumnya tidak punya kantor, sekarang punya kantor sendiri. Kemudian MUI yang dulunya tidak aktif, sekarang bisa lebih aktif lagi,” katanya saat sambutan pada kegiatan tersebut di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (28/12).

Selanjutnya, Kiai Muttawakil yang juga
Pembina Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini mengungkapkan bahwa MUI Jatim akan menindaklanjuti peluang yang diberikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, seperti pemberdayaan ekonomi umat.

“Peluang yang diberikan gubernur tentu akan kami respons melalui komisi, lembaga, dan badan yang ada di MUI yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi umat. Karena ini merupakan kerja sama antara ulama dan umara,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, evalusi program dari MUI 2022 banyak hal yang dijadikan catatan dan best practice bagi daerah lain.

“Dengan penganugerahan ini, MUI kabupaten/kota bisa diberikan refrensi bagaimana akreditasi manajemen organisasi, kerja sama dan seterusnya,” kata Khofifah.

Di samping itu, Dewan Pertimbangan MUI Jatim tersebut menyampaikan bahwa MUI memiliki banyak peluang yang tidak diambil pemerintahan, seperti peran MUI dalam proses penguatan sertifikasi halal termasuk juleha (juru sembelih halal).
Bahkan, MUI Jatim melalui LPPOM telah menandatangani hampir 4.000 sertifikasi halal yang diajukan ke MUI Jatim.

”Peran MUI Jawa Timur pada proses penguatan sertifikasi halal ini luar biasa, termasuk adalah sertifikasi untuk juleha, juru sembelih halal,” ujar Khofifah.

Khofifah menyebut, banyak hal yang dilakukan MUI Jatim yang bisa memberikan kontribusi terhadap berbagai hal yang belum maksimal disentuh pemerintah baik pusat maupun daerah. Termasuk komitmen dalam membangun ekonomi syariah di Jawa Timur.

”Hal-hal yang saya rasa tidak mudah dilakukan institusi pemerintah maupun kementerian agama itu bisa disapa dengan berbagai program yang bisa secara strategis mengantarkan ekonomi umat, industri halal secara lebih sistemik,” tuturnya.

Khofifah juga meminta MUI memanfaatkan peluang ekspor daging ayam potong untuk suplai makanan selama musim haji 2023. Menurutnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Riyadh dan Jeddah beberapa waktu lalu, ia bertemu importir yang menginginkan adanya suplai ayam potong halal dari Jatim.

”Saya menyampaikan ini ada peluang besar untuk bisa mengirim daging ayam potong terutama pada saat musim haji karena saya sudah bertemu importir yang selama ini banyak mengimpor produk UKM – IKM Jawa Timur,” ujar Khofifah.
”Ya sambil menghitung masa beternak ayam potong berapa bulan, kalau Januari dapat izin masih cukup,” sambungnya.

Dia berharap peluang tersebut dapat dijadikan plan of action MUI Jatim pada 2023. Gubernur mengajak MUI Jatim untuk bisa mendorong dan memfasilitasi para produsen daging ayam potong untuk bisa mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah Saudi.

”Hal itu tentu akan didukung BPJPH dan LPPOM pusat. Mudah-mudahan nanti bersama MUI ini kita bisa melakukan pelapisan dari BPJPH maupun LPPOM MUI untuk bisa memastikan bahwa proses perizinan untuk sertifikasi halal dari daging ayam potong itu bisa kita dapatkan,” kata Khofifah.

Pada kesempatan tersebut Khofifah juga mengapresiasi Muilenial sebagai inovasi MUI Jatim.
“Hal yang sangat patut kita apresiasi adalah Muilenial. Jadi MUI yang notabene adalah kumpulan berbagai ormas Islam membuat ruang regenerasi dari Muilenial ini. Selain itu, dakwah kita akan lebih mudah diterima apabila dengan cara-cara kekinian dan setara dengan pendengarnya,” terang Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Muilenial bisa menjadi corong untuk mengampanyekan Islam Rahmatan lil ‘Alamin. “Saya rasa Muilenial bisa memberikan refrensi bagaimana bangunan Islam moderat dan toleran,” ujarnya.

Khofifah juga memberi respons positif atas gerakan MUI Jatim yang telah melakukan akreditasi tata kelola organisasi bagi MUI kabupaten/kota dengan beberapa kategori.

“Inovasi ini patut kita apresiasi atas keseriusan menstandarisasi tata kola organisasi di lingkungan MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *