Anies menjadi pilihan dari berbagai partai saat itu seperti PPP, PKB, PAN namun ditengah perjalanan mereka menjauh, akhirnya Gerindra dan PKS yang mengusungnya.
Nilai – nilai baik Anies selama menjadi rektor, dan gerakan Indonesia mengajarnya menjadi ruh perjuangan yang dibawanya ketika memimpin Jakarta sebagai Gubernur. Anies penuhi semua janji – janji politiknya tentang kejujuran dan keadilan. Anies seperti seorang guru yang mengajarkan tentang kejujuran, keadilan, keberpihakan kepada bangsa ini, disaat yang lain di pusat kekuasaan mempraktekkan politik pecah belah, permusuhan, praktek ketidak adilan dan jauhnya dari nilai nilai kejujuran.
BACA JUGA: Anies, Perubahan dan Kebangkitan Indonesia
Anies menjadi harapan bagi cita cita luhur para pendiri bangsa, ketika bangsa ini diproklamirkan, ada cita cita mulia, yaitu mencerdaskan, mensejahterakan, menciptakan perdamaian dan mewujudkan keadilan.
Nuansa seperti itulah yang tertangkap seusai Anies menyerahkan mandat sebagai gubernur DKI, Anies disambut ratusan ribu warga Jakarta yang mengeluh eluhkan keberhasilan kepemimpinanannya selama memimpin Jakarta. Anies diharapkan untuk melanjutkan kepemimpinannya menjadi presiden. Teriakan Anies presiden, Anies presiden menggema diseluruh langit Jakarta. Anies sudah menjelma menjadi sebuah harapan rakyat yang muak dengan praktek – praktek culas kepemimpinan nasional yang terjadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi