Dengan alamat itu, Budi diajak mendaftar ke perusahaan asuransi. Budi mengasuransikan jiwanya senilai hampir SGD 1 juta (dolar Singapura). Dengan pertanggungan di bawah 1 juta, pengurusan klaimnya lebih mudah.
Budi juga mendaftar ke perusahaan asuransi lain. Dengan nilai yang sama. Lalu mendaftar lagi ke asuransi yang lain lagi. Budi masuk sekaligus lima asuransi.
Beberapa bulan kemudian Budi disebut meninggal dunia. Akibat serangan jantung.
Ahli waris Budi pun melaporkan kematian itu ke perusahaan asuransi di Singapura. Anda sudah tahu: untuk mencairkan asuransinya. Laporan kematian itu juga sekalian untuk lima perusahaan asuransi.
BACA JUGA: Tenda Sendiri
Dalam laporan itu, sesuai dengan kontrak asuransi (5 April 2019) ahli waris Budi Sulaiman bernama Phioruchi Pangkaraya. Tidak dijelaskan status hubungan Budi dengan Phioruchi. Anda sudah tahu: Pioruchi baru jadi istri Alvin Lim sejak Februari 2022.
Kelihatannya perusahaan asuransi di Singapura tidak percaya begitu saja. Pihak asuransi minta bukti pemakaman, dan alamat kuburannya.
Dari dokumen yang ditunjukkan Juristo ke saya terlihat Phioruchi menjawab pertanyaan tersebut lewat satu surat. Tertanggal 27 November 2019. Phioruchi sendiri yang menandatangani surat itu.
Dijelaskan bahwa Budi Sulaiman meninggal akibat serangan jantung. Jenazahnya dikremasi. Karena itu tidak ada bukti soal pemakaman dan alamat kuburannya.
Menurut Juristo, istri Alvin Lim tersebut menerima asuransi sebesar Rp 40 miliar –dari lima perusahaan asuransi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi