TATP mudah meledak. Bahan bom. Dijuluki “Mother of Satan”, biasa digunakan teroris di Eropa, juga digunakan kelompok ISIS.
Chairil Anwar diwawancarai wartawan, sebab saat itu tim Polda Mtero Jaya menggeledah bekas Markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat, setelah polisi menangkap Sekretaris FPI, Munarman, di kasus baiat terhadap kelompok ISIS. Polisi menemukan TATP di Petamburan.
Jadi, penulis surat tahu bom. Bisa jadi pernah baca, atau diberitahu, atau melihat, tapi bukan pembuat. Sebab, pembuat bom pasti bersembunyi. Bukan mengedarkan ancaman.
BACA JUGA: Susi Plirak-plirik Diduga Didikte via Earphone
Penulis surat dalam menulis keterangan waktu, tergolong tradisional. Pukul 03.00 pukul 06.00, mestinya 15.00 dan 18.00.
Tenggang antara kedatangan rombongan teroris (disebut pukul 03.00) dengan peledakan (disebut pukul 06.00) aneh. Mengapa tidak pukul 20.00, saat show dimulai? ‘Kan saat show dimulai, jumlah penonton lebih banyak dibanding pukul 18.00.
Di surat nomor tiga, keluar topik. Disebut: “acara akhir tahun di gelora Bung Karno!!!” yang masih sebulan setengah lagi.
Soal warna pakaian teroris dan kain penutup bom, si penulis surat kayaknya gemar nonton film laga. Penjahat suka berkostum seragam, seperti di film Money Heist.
Secara umum, ancaman ini bukan langsung. Melainkan pantulan. Bukan orang pertama, tapi dipantulkan ke pengunggah, yang kini dikejar polisi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi