Menteri lain yang jeblok ialah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Manoarfa, yang baru saja dikudeta oleh anak buahnya dan dijatuhkan dari kursi ketua PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Suharso hanya mendapatkan nilai 1,2 seperti Arifin Tasrif, karena buang-buang uang dalam proyek IKN dan proyek lain yang tidak perlu.
Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi mendapat IPK 1,3. Ia disebut “menteri dengan seribu jabatan”, dan merupakan menteri yang pertama kali mewacanakan jabatan presiden 3 periode. Bahlil Lahadahlia, Menteri Investasi IPK 1,4. Bahlil dianggap sebagai menteri yang paling bertanggung jawab terhadap segala permasalahan investasi yang tidak pro rakyat, dan menteri yang pertama kali mewacanakan jabatan presiden 3 periode.
BACA JUGA: Sembrono
Nadiem Makarim, Mendikbudristek: IPK 1,7. Dia dinilai sebagai menteri yang sok peduli pendidikan, sehingga lupa pada kebebasan berpendapat di tempat pendidikan. Nadiem dijuluki sebagai “Menteri Yang Salah Urus Pendidikan.”
Yasonna Laoly, Menkumham: IPK 1, 2, dijuluki sebagai menteri yang paling tidak peduli pada soal pelanggaran HAM, sehingga pencapaian penyelesaian pelanggaran di eranya dinilai nol.
Sanitar Burhanuddin, Jaksa Agung: IPK 1,1. Komitmennya untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat dipertanyakan. Apalagi karena mengatakan Tragedi Semanggi bukan pelanggaran HAM berat. Selain itu, institusi di bawahnya juga dipenuhi berbagai masalah, termasuk korupsi. Bahkan, BEM UI menyebut Yassona dan Burhanuddin dicap sebagai “Para Penjahat HAM.”
“Terhitung tepat 3 tahun Indonesia telah berjalan di bawah kepemimpinan orang-orang diatas. Selama 3 tahun itu pula ‘’Kabinet Indonesia Maju’’ tak membawa kemajuan sesuai namanya dan malah terus menghadirkan kemunduran di berbagai sektor di Indonesia,” begitu bunyi cuitan Twitter BEM UI (25/10).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi