Minggu pagi pukul 07:30 di Jakarta. Sabtu malam pukul 20.30 di New York. Waktu dan tempat yang beda. Terpisah jauh. Tapi mereka disatukan. Didekatkan. Menjalani aksi bersama.
***
KEMPALAN: Puluhan orang di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki menggerakkan tangannya. Mengikuti aba-aba seseorang di New York. Paula Jeanine Bennet Namanya. Di New York ia memberi aba-aba. Puluhan orang di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, mengikuti gerak yang dicontohkan Paula.
Tangan dilipat. Ditempelkan di wajah. Dan aneka gerakan lainnya. Kompak. Serempak. Kendati mereka berada di waktu dan tempat berbeda. Teknologi telah menghidupkan seni. Teknologi membantu sukses kolaborasi.
Begitulah. Paula dari the Juilliard School of Performing Arts, New York bersama Anto Suhartono dari Bekasi, mengawali workshop Kolaborasi Seni. Minggu, 16 Oktober 2022. Mereka menyebut gerakan-gerakan tersebut dengan Pemanasan Wajah Teater. Dari situlah, kolaborasi dengan melibatkan seniman dari berbagai kota dan negara, berjalan. Dan menggapai sukses.
Semua peserta, baik yang hadir langsung di TIM maupun lewat zoom, merasakan atmosfer kolaboratif. Semua pemandu atau pemateri, merasa puas dengan kegiatan workshop yang interaktif ini. “Bathara is making wonderful dance, “komentar Paula yang disampaikan ke Oetari Noer Permadi seusai acara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi