Dibunuh sendiri oleh mimpimu yang menyala.
Ibu tinggalkan talinya di beranda yang selalu terbuka,
BACA JUGA: Kanjuruhan Mangindaan
Kapan pun kau ingin kembali ke rumah dan pelukan ibu yang sederhana.
Nak, ibu tinggalkan nasi bersama lauknya di atas meja,
Pulanglah dan santap habis setelah kau lelah berlaga.
Pulanglah, di rumah ada cinta,
Siap menampung berapa pun banyak kau meneteskan –air mata.
*

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi