Kontrak Hak Siar jadi Alasan PT LIB Paksa Arema vs Persebaya Digelar Malam?

waktu baca 2 menit
Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Malang. (*)

MALANG-KEMPALAN: Kontra hak siar dikabarkan menjadi alasan utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) memaksa laga Arema vs Persebaya tetap dilaksanakan pada malam hari.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Albertus Wahyurudhanto yang menyebut bahwa PT LIB tidak mau untuk merubah jadwal Arema melawan Persebaya ke siang hari sesuai dengan saran kepolisian.

Padahal, pihak kepolisian telah menganalisa bahwa pertandingan Arema melawan Persebaya memiliki potensi konflik besar yang harus diwaspadai.

“… Sudah berkirim surat ke panpel tembusan ke Kapolda maupun ke LIB untuk diajukan ke siang hari karena ada analisa intelijen menyampaikan apabila dipaksakan malam hari risiko sangat besar.” ujar Wahyu pada, Selasa (4/10).

BACA JUGA: Bukan Seminggu, Liga 1 Dihentikan Hingga Waktu yang Tidak Ditentukan

“Tetapi ternyata surat tidak direspons dengan positif dengan adanya [surat] balasan tanggal 19 September oleh pihak LIB bahwa minta untuk tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan itu dicetak jadi kata-kata tebal, pertimbangannya bahwa sudah ada kontrak hak siar.” tambah Wahyu.

Wahyu juga menyebut bahwa tak ada perintah dari Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, untuk membubarkan massa menggunakan gas air mata selama insiden di Stadion Kanjuruhan.

“Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan gas air mata.” tambah Wahyu.

Pria lulusan Universitas Diponegoro itu juga mengatakan bahwa saat pelaksanaan apel lima jam sebelum pertandingan, Ferli sudah menyampaikan agar tidak menggunakan gas air mata apabila terjadi kerusuhan.

“Tidak ada itu (perintah penggunaan gas air mata) sudah disampaikan saat apel lima jam sebelumnya. Jadi memang kami melihat ada tindakan-tindakan preventif sudah dilakukan dari internal kepolisian.” tambah Komisioner Komisi Kepolisian Nasional itu.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *