Misalnya ketika seseorang berselingkuh dari pasangannya. Bukannya mengakui sudah bertindak tidak jujur, proyeksi dilakukan dengan menuduh pasangannya melakukan hal yang sama.
Contoh lain adalah ketika merasa tidak suka terhadap seseorang, yang terjadi justru meyakini orang itu merasakan hal yang sama. Ini adalah cara seseorang untuk mengatasi emosi yang sulit diterima atau diungkapkan. Perasaan sama-sama tidak saling menyukai dianggap paling logis dianggap sebagai pembenaran, bagian dari pertahanan diri.
BACA JUGA: Anies Sang Panglima Perubahan dan Kegelisahan Istana
Dalam dunia politik ketika demokrasi direndahkan, maka akan terjadi kecenderungan menyalahkan orang lain dikarenakan ketidakmampuan diri menutupi kesalahan masa lalu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri agar kesalahan masa lalunya tidak terlihat.
Sehingga kita tidak heran kalau orang selalu menyalahkan orang lain, bisa diduga bahwa dirinya penuh dengan kesalahan masa lalu.
Apa yang terjadi pada Anies Baswedan yang selalu disalahkan oleh lawan lawan politiknya itu juga akibat dari proyeksi ketidakmampuan dan rasa bersalah mereka dengan cara mentransformasikan kesalahan kesalahan itu pada Anies. Akibatnya Anies tak akan pernah ada baiknya dimata mereka.
Jadi kalau kita lihat sepak terjang para pembenci Anies yang selalu menyalahkan apa saja yang berkaitan dengan Anies, jangan buru buru marah dan emosional menanggapinya. Kita cukup mengatakan bahwa itulah kesalahanmu dan bagian dari cara menutupi kesalahan-kesalahanmu adalah dengan menyalahkan Anies.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi